banner 728x250

Lombok Timur Bangkit! Ribuan Warga Dapat Pelatihan Kerja, Bupati Soroti Potensi Besar di Sektor Pertanian dan Migran

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya memerangi tingginya angka pengangguran yang mencapai sekitar 17 ribu jiwa, tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah nyata dilakukan melalui pelatihan kerja bagi masyarakat, dengan harapan dapat membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan baru.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa peningkatan keterampilan menjadi kunci utama dalam mengurangi pengangguran. Hal ini disampaikannya saat menutup pelatihan kerja angkatan pertama sekaligus membuka angkatan kedua di Loka Latihan Kerja (LLK) Selong. “Pelatihan ini bukan sekadar teori, tapi memberikan keahlian yang bisa langsung dipraktikkan untuk menciptakan lapangan kerja,” tegas Warisin.

banner 325x300

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan lowongan PPPK atau CPNS yang terbatas, melainkan memanfaatkan keterampilan yang telah dipelajari. “Kalian punya modal keahlian, sekarang saatnya beraksi,” ujarnya penuh semangat.

Fakta menarik lainnya adalah tingginya jumlah warga Lombok Timur yang bekerja di luar negeri, mencapai 305 ribu orang. Meski hal ini menunjukkan minimnya lapangan kerja lokal, Warisin melihat sisi positifnya, termasuk mendorong percepatan peningkatan status Kantor Imigrasi setempat menjadi definitif. “Ini akan memudahkan para pekerja migran dalam mengurus dokumen,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Warisin berkomitmen memperluas program pelatihan dengan menggandeng sumber pendanaan lain, seperti Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Ia mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian modern. “Jadilah petani milenial yang melek teknologi. Pertanian adalah masa depan ekonomi kita,” ajaknya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, M. Khairi, mengungkapkan bahwa pelatihan di LLK Selong bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lenek. Kendala pendanaan sempat terjadi, namun berkat alokasi DBHCHT sebesar Rp 3 miliar di tahun 2025, program bisa dilanjutkan. “Dana ini tidak hanya untuk pelatihan, tapi juga bantuan peralatan bagi peserta,” jelas Khairi.

Dengan upaya berkelanjutan ini, Lombok Timur optimis dapat menurunkan angka pengangguran sekaligus menciptakan SDM yang kompeten dan mandiri. “Kami yakin, dengan kolaborasi semua pihak, Lombok Timur akan semakin maju,” pungkas Khairi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *