investigasiindonesia.com – Langit Lombok kini semakin semarak dengan gebrakan spektakuler dari Sky Lancing Lombok Paragliding Club. Klub ini baru saja meluncurkan program pelatihan pilot paralayang berlisensi (PL) 1 secara gratis, sebuah terobosan yang langsung menjadi buah bibir masyarakat NTB. Dengan 36 peserta yang mayoritas masih pelajar dan mahasiswa, program ini tidak hanya membuka pintu bagi generasi muda untuk mengudara, tetapi juga menjadi batu loncatan menuju PON 2028.
Roy Rahmanto, Pengelola Sky Lancing Lombok Paragliding Club, dengan penuh semangat memaparkan bahwa pelatihan ini dirancang dari dasar hingga peserta benar-benar mahir dan siap terbang. “Ini murni untuk mencetak atlet berkualitas, terutama menyambut PON 2028 di mana NTB menjadi tuan rumah. Kita tidak ingin hanya jadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.
Yang membuat program ini semakin istimewa adalah fokusnya pada peningkatan partisipasi atlet putri. Roy mengungkapkan fakta mengejutkan: NTB saat ini nyaris tidak memiliki pilot paralayang perempuan. “Dulu pernah ada, tapi bisa dihitung dengan jari. Kini, kami ingin ciptakan generasi baru yang siap bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.
Tidak berhenti di PL 1, Sky Lancing bahkan berkomitmen mendanai para lulusan untuk mengejar lisensi PL 2, syarat mutlak untuk berlaga di kejurnas, Pra-PON, dan PON. “PL 1 hanya bisa ikut Porprov, tapi kami ingin mereka melesat lebih tinggi,” ujar Roy.
Pelatihan ini terbagi dalam dua fase: ground handling untuk pemahaman dasar, lalu praktik terbang begitu peserta dinilai siap. Mori Hanafi, Ketua KONI NTB, menyambut antusias inisiatif ini. “Ini langkah brilian untuk mengumpulkan bibit unggul. Jangan sampai kita jadi tuan rumah PON tapi minim atlet andal,” tandasnya.
Dengan semangat membara dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Sky Lancing Lombok Paragliding Club bukan sekadar mengajarkan terbang, tetapi juga mewujudkan mimpi NTB untuk jaya di ajang olahraga dirgantara. Siap-siap, Lombok akan mengudara lebih tinggi dari sebelumnya!


















