investigasiindonesia.com – Menjelang Idul Adha, ribuan sapi siap dikirim dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Pulau Jawa. Namun, antrean panjang truk pengangkut ternak di Pelabuhan Gili Mas dan Lembar sempat memicu keprihatinan. Tanpa berlama-lama, Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun tangan memimpin solusi cepat dengan melibatkan tiga dinas kunci: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, BPBD, dan Dinas Perhubungan NTB.
Dalam waktu singkat, terobosan drastis dilakukan. Dokter hewan dikerahkan ke pelabuhan untuk memeriksa kesehatan sapi sebelum pengiriman, mempercepat proses yang sebelumnya terkendala uji PCR. BPBD NTB menyuplai air minum gratis untuk ribuan ternak dengan mengerahkan tangki-tangki air, sementara Dinas Perhubungan meningkatkan frekuensi kapal pengangkut dari semula tiga hari sekali menjadi dua hari sekali.
Hasilnya? Dalam 48 jam terakhir, 86 truk tronton penuh sapi telah berhasil diberangkatkan. “Kami bekerja dari hulu ke hilir agar distribusi lancar. Insya Allah, skema ini akan mengurangi penumpukan,” tegas Miq Iqbal, optimis.
Meski begitu, antrean masih tersisa 138 truk di Gili Mas dan Lembar, plus 70 truk lain yang sedang dalam perjalanan dari Bima. Gubernur memastikan kapal tambahan seperti Cemara Nusantara 3 (kapasitas 550 sapi) akan segera beroperasi.
Kepala Dinas Peternakan NTB, Muhamad Riadi, membantak kabar 12 sapi mati di pelabuhan. “Faktanya hanya dua ekor akibat kepadatan truk. Empat lainnya kram otot dan langsung terjual,” jelasnya. Riadi mengakui, penumpukan terjadi karena pengiriman serentak, bukan bertahap. Untuk mencegah lonjakan, penerbitan surat rekomendasi pengiriman sapi sementara dihentikan hingga antrean terurai.
Di lapangan, BPBD NTB bersama Polres dan Damkar Lombok Barat terus memastikan pasokan 20 ribu liter air bersih per hari untuk ternak. “Semua gratis, biaya kami tanggung,” tegas Ahmadi, Kepala BPBD.
Dengan langkah terpadu ini, NTB membuktikan komitmennya mengantarkan hewan kurban tepat waktu, sekaligus menjaga kesejahteraan ternak dan kepentingan pedagang. Tantangan logistik besar berhasil dijawab dengan kolaborasi cepat—tanpa drama, murni aksi nyata!


















