banner 728x250

Kisah Driver Ojol NTB, Perjuangan Tarif Adil dan Transparansi yang Menginspirasi

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Para pengemudi ojek online (ojol) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan semangat perjuangan yang luar biasa dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Aksi damai yang digelar baru-baru ini di Mataram bukan sekadar unjuk rasa, melainkan bentuk nyata upaya untuk menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih adil dan transparan.

Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah revisi tarif dasar, yang saat ini hanya Rp 10.400 untuk jarak pendek. Menurut Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB, Lalu Wira Sakti, tarif dasar yang lebih layak akan berdampak signifikan pada kesejahteraan para driver. “Ini bukan hanya tentang angka, tapi tentang keberlangsungan hidup mereka,” ujar Wira.

banner 325x300

Fenomena pemotongan fee yang melebihi ketentuan pemerintah juga menjadi sorotan. Aturan menetapkan pemotongan maksimal 15%, namun kenyataannya, banyak driver yang mengalami pemotongan hingga 30-40%. Wira memberikan contoh nyata: “Sebelumnya, untuk order ke Lembar, driver bisa menerima Rp 90 ribu dari tarif Rp 130 ribu. Kini, dengan program hemat, pendapatan mereka merosot jadi Rp 60 ribu, padahal jarak tempuhnya tetap jauh.”

Persoalan lain yang mengemuka adalah ketidakakuratan perhitungan kilometer. Misalnya, jarak tempuh sebenarnya 25 km, namun yang tercatat di aplikasi hanya 22 km. Artinya, ada 3 km yang tidak dibayarkan. “Transparansi dalam pemotongan fee mutlak diperlukan agar driver tidak dirugikan,” tegas Wira.

Uniknya, program hemat yang menjadi sumber keluhan ini hanya berlaku di NTB. Di daerah lain, skema serupa tidak ditemukan. Hal ini memicu pertanyaan tentang kesetaraan kebijakan antarwilayah.

Di balik semua tantangan, semangat para driver ojol NTB patut diapresiasi. Mereka tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan industri transportasi online yang lebih baik. “Mereka adalah pahlawan yang berkontribusi nyata bagi perekonomian daerah, mulai dari pajak kendaraan hingga retribusi parkir,” kata Wira.

Pemerintah pun didorong untuk turun tangan, memastikan praktik bisnis aplikator berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi semua pihak. “Ini momentum untuk membangun kolaborasi antara driver, perusahaan, dan pemerintah demi ekosistem yang lebih adil,” pungkas Wira.

Kisah perjuangan driver ojol NTB ini menjadi bukti bahwa semangat kolektif bisa menjadi katalis perubahan positif. Mereka tidak hanya menuntut hak, tetapi juga menginspirasi banyak pihak untuk bergerak bersama menciptakan solusi yang berkelanjutan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *