banner 728x250

Lombok Timur Gelontorkan Rp20 Miliar untuk UMKM, Modal Usaha Langsung Cair ke Rekening Pedagang Kecil!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) siap memberikan angin segar bagi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan mengucurkan bantuan modal usaha senilai lebih dari Rp20 miliar. Program ini menjadi sorotan publik karena menargetkan kelompok rentan seperti pedagang asongan, kaki lima, hingga pengrajin batu bata—golongan yang selama ini menjadi pilar ekonomi lokal namun kerap kesulitan akses permodalan.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan keadilan ekonomi. “Kami ingin pastikan bantuan menyentuh yang paling membutuhkan. Verifikasi data jadi kunci agar dana tepat sasaran,” tegasnya. Ia juga menyatakan kesiapan menambah anggaran jika program terbukti berdampak signifikan pada kesejahteraan penerima.

banner 325x300

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Lotim, M. Hirsan, mengungkapkan bahwa bantuan akan disalurkan secara bertahap ke 20 ribu pelaku usaha pada 2025. “Ini program stimulan terbesar kami. Dana langsung masuk ke rekening penerima tanpa perantara,” jelasnya. Nilai bantuan mulai dari Rp500 ribu per penerima, dengan kemungkinan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan evaluasi.

Proses pendataan dilakukan ketat dengan melibatkan perangkat desa dan dinas terkait. Calon penerima wajib melampirkan dokumen seperti Surat Keterangan Usaha (SKU), KTP, KK, dan nomor rekening aktif. “Kami prioritaskan yang benar-benar aktif berusaha tapi terkendala modal,” tambah Hirsan.

Program ini diprediksi menjadi game changer bagi UMKM lokal, terutama di tengah tantangan ekonomi yang kerap membuat usaha kecil terhimpit. Dengan transparansi penyaluran dan fokus pada kelompok marjinal, Lombok Timur menunjukkan komitmen nyata membangun ekonomi dari akar rumput. “Ini langkah awal. Ke depan, cakupan bisa diperluas hingga ke pelosok desa,” pungkas Bupati Warisin.

Sebelumnya, data Dinas Koperasi dan UMKM Lotim mencatat ada 73 ribu lebih pelaku UMKM di wilayahnya. Namun, hanya mereka yang terverifikasi sebagai usaha non-pertanian dan memenuhi kriteria yang akan menerima bantuan. “Database kami terus diperbarui untuk hindari duplikasi,” tandas Hirsan.

Para pedagang kecil menyambut antusias program ini. “Kalau dapat bantuan, saya bisa tambah stok dagangan dan perluas lapak,” harap Sardi (42), pedagang bakulan di Selong. Semangat serupa terlihat di kalangan pengrajin dan buruh angkut gabah yang menilai ini sebagai peluang emas untuk bangkit.

Tanpa drama tapi penuh aksi, Lombok Timur membuktikan bahwa pemerataan ekonomi bisa dimulai dari hal konkret: mendengar langsung jeritan usaha mikro dan bertindak cepat!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *