investigasiindonesia.com – Musyawarah Daerah (Musda) Golkar NTB mendatang diprediksi akan berlangsung seru, dengan sorotan utama tertuju pada Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Dinda. Meski seluruh DPD II Golkar di NTB telah menyatakan dukungan penuh kepada Mohan Roliskana untuk kembali memimpin partai, langkah politik Dinda dinilai menjadi penentu utama kelancaran proses aklamasi.
Dr. Ihsan Hamid, pengamat politik NTB, menyebut bahwa selama Dinda belum secara terbuka mendukung Mohan, ruang untuk dinamika tetap terbuka. “Jika keputusan Dinda bulat untuk tidak maju, maka aklamasi untuk Mohan bisa berjalan mulus. Namun, bila ia memilih tampil di detik-detik terakhir, situasi bisa berubah,” ujar Ihsan dalam analisisnya.
Menurutnya, posisi Dinda saat ini masih dalam tahap observasi. Peluangnya untuk maju terbuka lebar, mengingat pengaruhnya yang kuat di internal partai, terutama sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bima. “Sikap politiknya masih menjadi pertimbangan banyak pihak. Semuanya tergantung pada keputusan terakhir beliau,” tambah Ihsan.
Sebelumnya, Baiq Isvie Rupaeda, pengurus DPD I Golkar NTB, mengonfirmasi bahwa Dinda telah menyerahkan surat rekomendasi untuk Mohan ke DPP. Namun, Ihsan menilai hal itu belum cukup menjadi jaminan. “Surat rekomendasi memang ada, tapi dalam politik, segalanya bisa berubah hingga menit terakhir,” tegasnya.
Mohan Roliskana, yang juga Ketua DPRD NTB, disebut telah mendapat dukungan solid dari seluruh DPD II se-NTB. Namun, nama Dinda tetap dianggap sebagai pesaing potensial jika ia memutuskan turun tangan. “Golkar NTB akan tetap dinamis sampai hari-H. Kecuali ada pernyataan tegas dari Wagub,” pungkas Ihsan.
Sementara itu, publik NTB menyambut hangat dinamika ini, melihatnya sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Banyak yang berharap agar musda kali ini dapat memperkuat konsolidasi partai menuju Pemilu 2025.


















