investigasiindonesia.com – Kabar mengejutkan datang dari internal Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat. Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dipastikan akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN NTB untuk periode 2025–2030. Penetapan ini akan diumumkan secara resmi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar di Hotel Lombok Raya, Sabtu (26/4).
Informasi ini telah dikonfirmasi oleh sejumlah sumber internal partai. Ketua Panitia Muswil DPW PAN NTB, Saipul Islam, menyatakan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Kita tunggu saja pengumuman resmi dari DPP, siapa kader terpilih yang akan memimpin PAN NTB ke depan,” ujar Saipul, Jumat (25/4).
Analisis politik pun menguatkan posisi LAZ sebagai sosok ideal. Dr. Ihsan Hamid, pengamat politik dari UIN Mataram, menyebut bahwa kapasitas LAZ sebagai kepala daerah memberinya keunggulan signifikan. “Partai politik cenderung memilih ketua dari kalangan eksekutif karena memiliki akses lebih kuat dalam hal dukungan politik, finansial, dan birokrasi,” jelas Ihsan.
Persaingan dengan petahana Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar, yang juga anggota DPR RI, diprediksi tidak akan menjadi penghalang. Ihsan melihat DPP PAN justru lebih memilih mempertahankan Muazzim di tingkat nasional. “Ini menjadi peluang besar bagi LAZ. Dengan Muazzim tetap di DPP, jalan untuk memimpin PAN NTB semakin terbuka,” tambahnya.
Faktor geografis juga disebut sebagai pertimbangan strategis. Kader PAN yang berada di Pulau Sumbawa dinilai kurang efektif dalam konsolidasi internal dibandingkan dengan kader di Pulau Lombok. “LAZ tidak hanya memiliki elektabilitas tinggi, tetapi juga posisi geografis yang memudahkan koordinasi partai,” papar Ihsan.
Dengan kepemimpinan LAZ, PAN NTB diprediksi akan semakin solid dan kompetitif menghadapi tantangan politik ke depan. “DPP PAN pasti telah mempertimbangkan matang-matang. LAZ adalah figur yang tepat untuk membawa PAN lebih besar di NTB,” pungkas Ihsan.
Keputusan ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk memperkuat basis PAN di NTB, sekaligus memantapkan posisi partai sebagai salah satu kekuatan politik utama di daerah tersebut.


















