investigasiindonesia.com – Norwegia kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kemerdekaan Palestina dengan meresmikan pembukaan Kedutaan Besar Palestina di Oslo. Langkah ini menandai dimulainya hubungan diplomatik resmi antara kedua negara, setelah Norwegia mengakui Palestina sebagai negara berdaulat pada Mei 2023.
Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia, Andreas Motzfeldt Kravik, mengumumkan pembukaan kedutaan tersebut melalui akun X resminya. “Hari ini, kami menandai dimulainya secara resmi hubungan diplomatik antara Norwegia dan Palestina,” tulis Kravik dalam pernyataannya.
Duta Besar Palestina yang baru untuk Norwegia, Marie Antoinette Sedin, telah menyerahkan surat kepercayaannya kepada Raja Harald V. Kravik menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Sedin, menegaskan pentingnya kerja sama kedua negara ke depan.
Dukungan Norwegia terhadap Palestina bukanlah yang pertama kali. Sejak lama, negara Skandinavia ini aktif mendorong solusi dua negara dan mendukung upaya perdamaian di Timur Tengah. Pembukaan kedutaan ini semakin memperkuat posisi Norwegia sebagai salah satu pendukung utama hak-hak rakyat Palestina di kancah internasional.
Sementara itu, di Eropa, dukungan terhadap Palestina terus menguat. Spanyol, salah satu negara yang turut mengakui kedaulatan Palestina tahun lalu, mendesak akses bantuan kemanusiaan segera ke Gaza. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan bahwa operasi militer Israel telah menimbulkan korban jiwa yang besar. “Gencatan senjata permanen dan pembebasan sandera harus segera dilakukan,” tegas Albares.
Langkah Norwegia dan Spanyol ini mencerminkan gelombang dukungan internasional yang semakin besar bagi Palestina. Dengan dibukanya kedutaan, hubungan bilateral Norwegia-Palestina diharapkan dapat mempercepat upaya diplomasi menuju perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah.


















