investigasiindonesia.com – Masa jabatan Komisioner Komisi Informasi (KI) NTB periode 2021-2025 telah berakhir pada April 2025, sementara Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB periode 2021-2024 berakhir pada Desember 2024. Namun, hingga saat ini, tim panitia seleksi (Pansel) untuk kedua lembaga tersebut belum terbentuk, sehingga proses pengisian posisi strategis ini masih dalam tahap persiapan.
Ketua Komisi I DPRD NTB, Muhammad Akri, mengonfirmasi bahwa Diskominfotik telah memperpanjang masa jabatan komisioner KI dan KPID NTB. Masa tugas Komisioner KI NTB diperpanjang hingga Agustus 2025, sedangkan Komisioner KPID NTB diperpanjang hingga April 2025. “Perpanjangan ini memberikan waktu lebih bagi penyiapan proses seleksi,” jelas Akri.
Untuk pengisian komisioner KI NTB, Diskominfotik bertanggung jawab membentuk tim pansel yang akan melakukan seleksi hingga menghasilkan 15 calon (tiga kali lipat dari kebutuhan lima orang). Hasil seleksi kemudian akan diserahkan ke Komisi I DPRD NTB untuk uji kepatutan dan kelayakan sebelum lima nama terpilih dilantik. “Kami menunggu hasil kerja pansel sebelum memproses tahap berikutnya,” tambah Akri.
Sementara itu, pembentukan pansel KPID NTB menjadi wewenang Komisi I DPRD NTB. Namun, hingga kini pansel belum dibentuk karena beberapa faktor, termasuk kesibukan anggota, perpanjangan masa jabatan komisioner, dan belum adanya petunjuk teknis dari Diskominfotik. “Kami juga mempertimbangkan kemungkinan mutasi pejabat OPD sebelum memulai proses,” ungkap Akri.
Meski tengah menunggu kepastian, Akri menyampaikan harapannya agar komisioner KI dan KPID periode berikutnya dapat menjalankan tugas dengan lebih optimal. “Kami berharap mereka bisa lebih maksimal dalam menjalankan fungsi masing-masing untuk mendukung transparansi informasi dan penyiaran yang berkualitas di NTB,” tutupnya.
Proses seleksi ini dinilai penting untuk memastikan terpilihnya figur yang kompeten, mengingat peran strategis KI dan KPID dalam mengawal hak publik atas informasi dan tayangan siaran yang sehat. Masyarakat NTB pun antusias menunggu hasil seleksi untuk kedua lembaga ini.


















