investigasiindonesia.com – Kota Mataram belum dapat merealisasikan rencana penataan Makam Bintaro, salah satu destinasi wisata religi andalan di Ampenan. Kendala utama yang dihadapi adalah belum adanya alokasi anggaran untuk proyek tersebut pada tahun 2025.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram, Nazarudin Fikri, menjelaskan bahwa pemerintah daerah bekerja berdasarkan anggaran yang tersedia. “Tidak ada anggaran untuk penataan Makam Bintaro tahun ini. Kami harus menyesuaikan dengan prioritas yang ada,” ujarnya, Kamis (1/5).
Selama ini, aspirasi masyarakat terkait perbaikan Makam Bintaro kerap disampaikan, terutama soal gapura yang dinilai terlalu pendek dan tidak bisa dilalui bus. Padahal, makam ini tidak hanya dikunjungi warga lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah bahkan luar negeri yang sering menggunakan transportasi bus. Akibatnya, bus terpaksa parkir di luar area, memicu kemacetan di sekitar lokasi.
Menurut Nazarudin, penataan Makam Bintaro sebenarnya lebih cocok menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata karena statusnya sebagai objek wisata religi. Rencana perbaikan sebenarnya sudah pernah dibahas di internal Pemkot, termasuk perbaikan sarana prasarana seperti gapura dan penambahan fasilitas pendukung seperti tempat untuk acara keagamaan.
Sementara itu, Disperkim saat ini fokus pada penyiapan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mataram yang baru. TPU ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan pemakaman di Kota Mataram. “Kami sedang mempersiapkan TPU seluas 1,5 hektare, meski tahap awal yang akan digarap baru 20 are. Proses sertifikasi masih berjalan di BPN,” jelas Nazarudin.
TPU Mataram diharapkan segera diresmikan oleh Wali Kota untuk mengatasi masalah kepadatan di pemakaman Karang Mesin. Sementara itu, terkait Makam Bintaro, Dinas Pariwisata Kota Mataram sebelumnya sempat menangani rencana penataan, namun kemudian dialihkan ke Disperkim.
“Untuk perkembangan terbaru, masyarakat bisa menanyakan langsung ke Disperkim,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra.
Meski penataan Makam Bintaro tertunda, Pemkot Mataram tetap berkomitmen meningkatkan kualitas destinasi wisata religi tersebut di masa mendatang, seiring dengan ketersediaan anggaran yang memadai.


















