investigasiindonesia.com – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden RI ke-2, Soeharto, kembali memantik perdebatan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri, meminta Kementerian Sosial (Kemensos) meninjau ulang usulan tersebut dengan pertimbangan yang matang.
Abidin menegaskan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional harus memenuhi kriteria yang jelas, termasuk rekam jejak yang bersih dari pelanggaran hukum. Menurutnya, pemberian gelar kepada Soeharto di tengah belum tuntasnya berbagai kasus hukum pada era Orde Baru dapat menimbulkan kekecewaan di masyarakat.
“Proses pemberian gelar pahlawan harus mencerminkan keadilan dan integritas. Mengabaikan fakta sejarah dan ketidaktuntasan kasus hukum justru berpotensi merusak kepercayaan publik,” ujar Abidin dalam keterangannya, Senin (5/5).
Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan Soeharto kerap dikaitkan dengan sejumlah isu sensitif, mulai dari dugaan pelanggaran HAM, praktik korupsi, hingga kolusi dan nepotisme. Persoalan-persoalan ini, kata Abidin, masih meninggalkan trauma bagi banyak korban dan keluarga yang terdampak.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Semangat antikorupsi dan keadilan sosial yang diperjuangkan saat ini harus dijaga,” tegasnya.
Abidin juga menyoroti penolakan dari berbagai kalangan masyarakat terhadap wacana ini. Oleh karena itu, Komisi VIII DPR RI akan memastikan proses pengkajian berjalan transparan dan akuntabel.
“Dialog konstruktif perlu terus dibangun agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat,” tambahnya.
Selain Soeharto, Kemensos juga menerima usulan sembilan nama lain sebagai calon Pahlawan Nasional 2025. Di antaranya adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Bisri Sansuri, dan Idrus bin Salim Al-Jufri. Empat nama baru yang diusulkan tahun ini termasuk Anak Agung Gede Anom Mudita dari Bali dan Midian Sirait dari Sumatera Utara.
Proses seleksi gelar Pahlawan Nasional dinantikan banyak pihak, dengan harapan hasilnya dapat memberikan pengakuan yang tepat bagi tokoh-tokoh yang berjasa bagi bangsa.


















