banner 728x250

NTB Catat Lonjakan Angkatan Kerja, Sektor Perdagangan dan Pendidikan Jadi Penyerap Terbesar

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja sepanjang Februari 2024 hingga Februari 2025. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di NTB mencapai 3,19 juta orang, meningkat 160.280 orang dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini turut mendongkrak Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 2,53 persen poin, menunjukkan geliat positif dalam dinamika ketenagakerjaan regional.

Selama periode tersebut, tercatat 157.800 tenaga kerja baru terserap. Meski demikian, jumlah pekerja penuh waktu justru menyusut 157.800 orang, menjadi 1,70 juta orang. Di sisi lain, pekerja paruh waktu melonjak 97.770 orang menjadi 786.430 orang, sementara setengah pengangguran—pekerja yang belum optimal—berkurang drastis sebanyak 154.830 orang, tersisa 606.360 orang.

banner 325x300

Dominasi Sektor Tradisional dengan Pertumbuhan di Bidang Jasa
Komposisi tenaga kerja NTB masih bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (32,50%), diikuti perdagangan besar/eceran serta reparasi kendaraan (21,96%), dan industri pengolahan (8,55%). Namun, tiga sektor dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi justru datang dari perdagangan (+75.920 orang), pendidikan (+46.140 orang), dan pertanian (+43.660 orang). Sektor akomodasi-makan minum serta administrasi pemerintahan juga mencatat pertumbuhan signifikan sejak Agustus 2024.

Peningkatan Kualitas SDM Meski Dominasi Pendidikan Rendah Masih Tinggi
Dari sisi pendidikan, 38,20% tenaga kerja NTB merupakan lulusan SD ke bawah—angka yang turun 7,25 persen poin dibanding Februari 2024. Sementara itu, pekerja berpendidikan tinggi (Diploma hingga Universitas) mencapai 14,13%, naik 2,30 persen poin. Peningkatan juga terjadi pada tingkat SMA (+2,64 poin), SMP (+1,65 poin), dan SMK (+0,66 poin). Namun, dalam rentang dua tahun terakhir (Februari 2023–2025), proporsi pekerja berpendidikan SD ke bawah dan SMK justru berkurang masing-masing 2,96 dan 0,09 persen poin.

Optimisme di Balik Tantangan
Data ini mengindikasikan pergeseran struktur ketenagakerjaan NTB menuju sektor jasa dan perdagangan, meski pertanian tetap menjadi tulang punggung. Penurunan setengah pengangguran dan peningkatan partisipasi angkatan kerja memberi sinyal positif, meski perlu didukung peningkatan kualitas SDM untuk mengakselerasi transformasi ekonomi. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pelatihan vokasi dan link-and-match dengan industri agar pertumbuhan tenaga kerja berjalan beriringan dengan produktivitas.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *