investigasiindonesia.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sedikit perbaikan dalam tingkat pengangguran pada awal 2025. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menunjukkan, jumlah pengangguran di daerah ini mencapai 102.630 orang per Februari 2025, turun 0,08 poin persentase dibanding tahun sebelumnya.
Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengungkapkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB kini berada di angka 3,22 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar 3 orang belum mendapatkan pekerjaan. “Ini menunjukkan tren positif meskipun penurunannya masih kecil,” ujarnya.
Yang menarik, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 7,88 persen. Sementara, mereka yang berpendidikan SD ke bawah justru memiliki TPT terendah, hanya 1,59 persen.
Wahyudin menjelaskan, pengangguran dalam data ini mencakup mereka yang aktif mencari kerja, sedang mempersiapkan usaha, atau bahkan yang sudah putus asa karena sulitnya lapangan kerja.
Meski ada penurunan, angka ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja dan penciptaan lapangan pekerjaan baru dinilai krusial untuk menekan angka pengangguran ke depannya.
Optimisme tetap terlihat dengan adanya program-program pelatihan vokasi dan pengembangan sektor pariwisata serta UMKM yang digadang-gadang bisa menjadi solusi jangka panjang bagi NTB.


















