banner 728x250

Jalan Port-to-Port NTB Siap Cetak Sejarah Baru: Waktu Tempuh Lembar-Kayangan Dipangkas dari 4 Jam Jadi Hanya 1 Jam!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mempersiapkan proyek infrastruktur monumental yang akan mengubah wajah transportasi di Pulau Lombok. Rencana pembangunan jalan port-to-port sepanjang 80 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Lembar (Lombok Barat) dan Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) kini memasuki tahap penyusunan studi kelayakan (feasibility study).

Jika terealisasi, jalan ini akan memangkas waktu tempuh dari sebelumnya 3,5–4 jam menjadi hanya sekitar 1 jam—sebuah lompatan besar dalam efisiensi mobilitas logistik dan penumpang. Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menyebut proyek ini sebagai game changer bagi perekonomian NTB. “Ini akan menjadi jalur strategis penghubung dua pelabuhan utama sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridornya,” tegas Dinda, sapaan akrabnya.

banner 325x300

Tiga Opsi Jalur dengan Dampak Ekonomi Luas
Tim perencana tengah mengkaji tiga alternatif rute:

Jalur Utara (melalui Mataram-Kayangan) – memanfaatkan jaringan jalan nasional yang ada dengan pelebaran di beberapa titik rawan macet seperti Narmada-Mantang dan Masbagik-Aikmel.

Jalur Tengah & Selatan – melewati kawasan Mandalika, Lombok Tengah, dengan memadukan bypass eksisting dan pembangunan ruas baru.

Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, menegaskan bahwa jalan ini akan dibangun dengan standar jalan tol (lebar 60 meter, dua lajur). “Kami akan pilih opsi paling efektif dengan mempertimbangkan dampak sosial dan kelayakan teknis,” ujarnya. Pembebasan lahan akan didanai APBD provinsi dan kabupaten, sementara konstruksi fisik dibiayai APBN mengingat statusnya sebagai jalan nasional.

Dampak Positif Berlapis: Dari Logistik hingga Pariwisata
Proyek ini tidak hanya tentang percepatan transportasi. Menurut Wagub Dinda, jalan port-to-port akan membuka kawasan ekonomi baru, memperkuat konektivitas Pelabuhan Lembar (gerbang utama kapal ferry dari Bali) dan Kayangan (penghubung ke Sumbawa dan Flores). “Akses jalan baru selalu diikuti geliat usaha masyarakat, mulai dari UMKM hingga industri pariwisata,” tambahnya.

Dengan target penyelesaian studi kelayakan dalam waktu dekat, NTB siap menorehkan catatan emas dalam pembangunan infrastruktur berbasis dampak multidimensi. “Ini bukan sekadar jalan, tapi pintu menuju NTB yang lebih terintegrasi dan maju,” pungkas Sadimin.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *