banner 728x250

MANTAN TKW KABUR DUA KALI DITOLAK HAJI, BLACKLIST ARAB SAUDI

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Seorang Jemaah Calon Haji (JCH) asal Lombok Tengah harus menerima kenyataan pahit: impiannya menunaikan ibadah haji pupus setelah pemerintah Arab Saudi mendeportasinya karena masuk daftar hitam imigrasi. Sahrini, perempuan asal Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, ternyata memiliki catatan buruk sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang pernah kabur dua kali dari majikannya di Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah, H. Nasrullah, mengungkapkan bahwa Sahrini berangkat bersama kloter enam. Namun, saat tiba di Madinah, sistem keimigrasian Arab Saudi langsung mendeteksi identitasnya dan memutuskan untuk mengembalikannya ke Indonesia. “Kami sudah menjemputnya di bandara dan memberikan penjelasan kepada keluarganya. Alhamdulillah, mereka menerima dengan lapang dada,” kata Nasrullah, Selasa (20/5).

banner 325x300

Nasrullah membeberkan kronologi panjang perjalanan Sahrini di luar negeri. Perempuan ini pertama kali bekerja sebagai TKW di Ta’if, Arab Saudi, tetapi hanya bertahan enam bulan sebelum memutuskan kabur. Ia kemudian menghabiskan 15 tahun di Malaysia, lalu pindah ke Yordania selama empat tahun sebelum pulang ke Indonesia. Namun, tak lama setelah kembali, ia memilih bekerja lagi di Dammam, Arab Saudi.

“Di Dammam, ia bekerja selama 3,6 tahun, tapi kembali kabur. Akibatnya, namanya masuk daftar hitam untuk kedua kalinya. Ketika mendaftar haji tahun ini, sistem langsung mengenali catatan buruknya,” papar Nasrullah.

Menurut aturan Arab Saudi, seseorang yang di-blacklist karena kabur dari pekerjaan baru boleh kembali setelah 10 tahun sejak pencatatan terakhir. Meski gagal berangkat, dana haji Sahrini tidak hangus. “Selama tidak dicabut, uangnya masih bisa digunakan untuk keberangkatan di masa depan,” tegas Nasrullah.

Kisah Sahrini menjadi peringatan keras bagi calon TKW maupun jemaah haji agar selalu mematuhi peraturan imigrasi. Meski berakhir tidak sesuai harapan, keluarga Sahrini memilih ikhlas dan berharap suatu hari nanti kesempatan itu datang kembali.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *