investigasiindonesia.com – Langkah politik Nadirah Al-Habsyi menorehkan tinta emas dalam sejarah NTB. Anggota DPRD NTB dari Dapil VI (Dompu, Bima, Kota Bima) ini resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) NTB periode 2025–2030, mengalahkan dua kandidat kuat, termasuk petahana Junaidi Arif.
Penunjukan spektakuler ini langsung dikukuhkan melalui Surat Mandat DPP PBB Nomor A-0047/DPP-Sak/V/2029, menyusul hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) 27 April 2025. Nadirah, politisi muda berdarah Bima, menjadi sosok pertama perempuan asal Sumbawa yang memimpin partai di level provinsi, sebuah pencapaian yang disebutnya sebagai “amanah luar biasa”.
“Partai Bulan Bintang dengan ini menetapkan dan memberikan mandat kepada Nadirah Al-Habsyi sebagai Ketua DPW PBB NTB 2025–2030,” bunyi surat resmi yang diteken Sekjen DPP PBB dan langsung diserahkan ke Nadirah, Selasa (20/5).
Dalam keterangannya di gedung DPRD NTB, Nadirah menyebut penunjukannya sebagai momen bersejarah. “Ini bukti bahwa perempuan Sumbawa bisa memimpin. Saya akan buka jalan bagi lebih banyak perempuan terjun ke politik,” tegasnya dengan semangat membara.
Proses penetapannya pun dinamis. Dari tiga nama hasil Muswil, Nadirah muncul sebagai pilihan terkuat DPP. “Alhamdulillah, mandatnya turun langsung dari Sekjen. Kita segera bentuk kepengurusan maksimal 31 Mei,” ujarnya.
Agendanya jelas: konsolidasi cepat, Musda serentak, dan penguatan infrastruktur partai. Tak lupa, ia akan tandatangani pakta integritas di Jakarta sebagai simbol keseriusan. “Politik harus inklusif. Saya ajak perempuan NTB tak ragu berjuang,” seru Nadirah, yang rencananya akan garap program pemberdayaan perempuan berbasis kearifan lokal.
Pengamat politik NTB, Lalu Darmawan, menyebut langkah PBB menunjuk Nadirah sebagai “game changer”. “Ini sinyal kuat: partai mulai beri ruang bagi pemimpin perempuan dari daerah terpencil. Bisa jadi trend baru,” ungkapnya.
Dukungan pun mengalir dari berbagai elemen, termasuk ormas perempuan dan akademisi. “Nadirah buktikan bahwa politik bukan dominasi laki-laki atau Jawa. Ini awal kebangkitan baru,” kata Ketua Kowani NTB, Aisyah Rahman.
Kini, semua mata tertuju pada langkah pertama Nadirah. Jika berhasil, bukan tidak mungkin namanya akan melambung sebagai calon kuat di Pilkada atau bahkan Pilpres mendatang. Sumbawa pun bersorak: putri terbaiknya siap memimpin!


















