banner 728x250

PEMKOT MATARAM TUNTASKAN KRISIS SAMPAH DENGAN SOLUSI REVOLUSIONER

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pemerintah Kota Mataram membuktikan komitmen tinggi dalam menyelesaikan persoalan sampah dengan mengakomodasi seluruh permintaan warga Kebon Kongok dan Kebon Ayu, Lombok Barat. Langkah ini diambil setelah pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok sempat terkendala pembatasan ritasi.

“Kami tidak hanya mendengar, tetapi memastikan semua kebutuhan warga terpenuhi tanpa tawar-menawar,” tegas Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Rabu (21/5).

banner 325x300

Pemkot Mataram telah memenuhi berbagai permintaan warga, mulai dari perbaikan jalan yang dilalui truk sampah, pelayanan kesehatan BPJS, prioritas pekerjaan bagi warga lokal, hingga pengecekan kondisi sumur. Tak hanya itu, pemerintah juga menyetujui penyediaan lahan pemakaman seluas 5 are di setiap lokasi, plus bantuan terop dan sound system untuk kebutuhan masyarakat.

“Semua disanggupi, baik oleh Pemprov NTB maupun kolaborasi Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat. Ini bukan negosiasi, tapi kewajiban negara untuk rakyat,” tegas Martawang.

Solusi Darurat dan Jangka Panjang
Sementara TPA Kebon Kongok masih dalam tahap pembangunan landfill 2B, Pemkot Mataram dan Lombok Barat bergerak cepat dengan menyewa lahan darurat seluas 1 hektare lebih di Kebon Ayu. Selain itu, sampah sementara dialihkan ke lokasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpadu (SPALD-T) di Bagek Kembar, Sekarbela.

“Kami bekerja paralel untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah. Target kami, pekan ini TPA Kebon Kongok dan Kebon Ayu sudah bisa beroperasi normal,” jelas Kepala DLH Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi.

Kesepakatan Harmonis dengan Warga
Proses negosiasi dengan masyarakat berjalan lancar berkat pendekatan humanis Pemkot. Warga memahami keterbatasan sementara dan memberikan dukungan penuh. “Kami janji penuhi semua permintaan, asal sesuai prosedur. Tidak ada jalan pintas yang berisiko hukum,” ujar Martawang.

Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, krisis sampah di Mataram dan Lombok Barat segera menemui titik terang. Masyarakat pun diajak berperan aktif mengurangi volume sampah selama masa transisi ini.

“Ini bukti nyata pemerintah hadir untuk rakyat, tanpa drama, tanpa konflik, hanya solusi!”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *