investigasiindonesia.com – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk periode 2025–2030 memasuki babak final. Panitia Seleksi (Pansel) telah menyelesaikan tahap wawancara dan verifikasi faktual terhadap sepuluh kandidat yang diusulkan. Namun, sebelum pengumuman resmi, lima nama calon sudah beredar luas di masyarakat, memicu spekulasi.
Pemprov NTB menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu pertimbangan BAZNAS RI. “Kami belum menerima SK atau keputusan resmi. Nama-nama yang beredar belum tentu akurat,” tegas Sahnan, Kepala Biro Kesra Setda NTB, saat dikonfirmasi di Mataram, Kamis (22/5).
Menurut Sahnan, Gubernur NTB telah mengajukan sepuluh nama ke BAZNAS RI untuk diverifikasi. Kriteria penilaian meliputi penguasaan fikih zakat, kemampuan manajerial, dan kapabilitas memimpin lembaga strategis seperti BAZNAS. “Proses seleksi sangat ketat, dan keputusan akhir tetap di tangan Gubernur dengan masukan dari pusat,” jelasnya.
Sementara itu, masa jabatan pimpinan BAZNAS NTB periode sebelumnya telah diperpanjang hingga pelantikan formasi baru. Langkah ini diambil untuk menghindari kekosongan kepemimpinan.
Kepala Diskominfotik NTB, Yusron Hadi, turut menanggapi ramainya lima nama yang beredar. “Kami masih melakukan verifikasi kebenaran informasi tersebut. Publik diharap menunggu pengumuman resmi pada 28 Mei 2025,” ujarnya.
Nama-nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat antara lain Lalu Muhammad Iqbal, TGH Lalu Muhyi Abidin, Zulkifli, Muhammad Ardi Samsuri, dan Ahmad Rusli. Namun, Pemprov NTB menegaskan bahwa semua masih dalam tahap pertimbangan.
“Yang pasti, BAZNAS NTB membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kompeten secara syariah, tapi juga mampu membawa lembaga ini lebih berdampak bagi masyarakat,” pungkas Sahnan.
Dengan proses seleksi yang transparan dan berintegritas, BAZNAS NTB diharapkan bisa melanjutkan perannya optimal dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan umat.


















