investigasiindonesia.com – Sebagian jemaah haji Embarkasi Lombok belum menerima kartu Nusuk, syarat penting untuk memasuki Masjidil Haram. Meski menimbulkan kecemasan, Kemenag NTB menjamin hal ini tidak akan menghambat kelancaran ibadah haji.
Syukri Safwan, Ketua Tim Bina Haji Reguler dan Advokasi Kemenag NTB, mengakui adanya keterlambatan penerbitan kartu Nusuk untuk beberapa jemaah, terutama dari kloter 9. Namun, ia menegaskan bahwa proses penyelesaian sedang berjalan dengan koordinasi intensif antara berbagai pihak.
“Kartu Nusuk memang belum terbit untuk sebagian jemaah, tapi ini sedang kami urus secara maksimal,” ujar Syukri. Ia menambahkan bahwa masalah ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan dialami oleh jemaah dari berbagai negara akibat kebijakan baru yang berlaku universal.
Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz, secara langsung memimpin evaluasi untuk mengatasi kendala ini. Rapat melibatkan seluruh petugas haji, mulai dari ketua kloter, pembimbing ibadah, hingga tim kesehatan.
Syukri membantah isu bahwa keterlambatan disebabkan oleh kesalahan data dari Kemenag NTB. “Belum ada informasi resmi yang menyatakan data kami salah. Semua masih dalam tahap penanganan,” tegasnya.
Meski belum bisa memastikan kapan kartu Nusuk akan terbit, Syukri meyakinkan bahwa jumlah jemaah terdampak tidak signifikan. “Hanya kloter 9 yang masih diproses, kloter lain sudah aman,” jelasnya.
Yang terpenting, Kemenag NTB memastikan bahwa ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana. Saat ini, jemaah telah memulai rangkaian umrah di Masjidil Haram tanpa hambatan berarti. Pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan ini sebelum tahapan haji inti dimulai.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Semua upaya dilakukan agar ibadah haji berjalan sukses dan penuh keberkahan,” tutup Syukri.


















