investigasiindonesia.com – Curah hujan tinggi yang masih mengguyur Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga akhir Mei 2025 mengancam masa depan tanaman tembakau petani setempat. Ketua Komisi II DPRD NTB, Lalu Pelita Putra, mendesak pemerintah provinsi untuk segera mengambil langkah strategis guna melindungi ribuan petani dari risiko gagal panen.
“Ini situasi yang sangat serius. Jika tidak ada antisipasi sejak dini, kerugian besar bisa menimpa petani tembakau, terutama di Lombok Timur dan Lombok Tengah,” tegas Pelita saat berbincang dengan Lombok Post (26/5).
Politisi PKB itu menekankan pentingnya sosialisasi intensif dari Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB. Menurutnya, petani harus segera diingatkan untuk menunda masa tanam mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau tahun ini akan lebih pendek dari biasanya.
“Petani harus jeli memantau perubahan cuaca. Jangan sampai salah langkah karena dampaknya bisa fatal,” tambahnya.
Peringatan Dini dari Ahli Cuaca
Dinas Pertanian Lombok Timur telah lebih dulu bergerak. Melalui surat imbauan tertanggal 21 Mei 2025, mereka meminta seluruh petani menahan diri untuk tidak menanam tembakau di bulan ini. Mirza Sophian, Kabid Perkebunan setempat, menjelaskan bahwa musim kemarau yang diprediksi dimulai Juni nanti tidak akan berlangsung lama.
“Kalau petani nekat tanam sekarang, risiko tanaman tergenang air atau terserang jamur sangat tinggi. Kami sudah koordinasi dengan BMKG dan semua pihak terkait,” ujar Mirza.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat sistem drainase kebun dan mewaspadai serangan penyakit tanaman akibat kelembaban ekstrem. “Ini langkah preventif. Kami tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari,” tegasnya.
Harapan untuk Kolaborasi
Pelita Putra berharap imbauan ini tidak hanya sampai di tingkat dinas, tetapi juga direspons cepat oleh pemerintah pusat dan daerah. “Petani butuh pendampingan nyata, bukan sekadar surat edaran. Penyuluh pertanian harus turun langsung ke lapangan,” tandasnya.
Dengan langkah antisipasi yang tepat, ia yakin NTB bisa menghindari kerugian ekonomi besar-besaran. “Mari bersama-sama jaga keberlanjutan tembakau NTB, yang menjadi tulang punggung ribuan keluarga,” pungkasnya.


















