investigasiindonesia.com – Lombok Tengah telah menorehkan tinta emas dalam sejarah pembangunan ekonomi kerakyatan! Kabupaten ini sukses membentuk Koperasi Merah Putih di seluruh 154 desa dan kelurahan dalam waktu singkat, sebuah prestasi yang dinobatkan sebagai yang tercepat se-Indonesia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah, M Ikhsan, dengan bangga membeberkan keberhasilan ini. “Kami sudah tuntas membentuk koperasi di semua desa dan kelurahan. Sekarang, kami fokus mempercepat pengesahan akta notaris,” ujarnya dengan semangat.
Tak main-main, Lombok Tengah sudah melesat jauh dalam legalisasi koperasi. Hingga 25 Mei lalu, 15 koperasi telah memiliki akta notaris, sementara 60 lainnya sedang diproses di Kemenkum HAM. “Kami yang terdepan dalam realisasi ini,” tegas Ikhsan.
Hebatnya lagi, setiap koperasi desa bakal disuntik modal hingga Rp 3 miliar dari BUMN! Dana segar ini akan dikucurkan dalam bentuk pinjaman lunak dengan jangka waktu pengembalian enam tahun. Namun, syaratnya jelas: koperasi harus menyusun rencana bisnis yang solid untuk memastikan dana tersebut bekerja optimal bagi kesejahteraan warga.
Soal pendanaan akta notaris, Lombok Tengah tak sendirian. Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, bupati dan gubernur diminta bergotong royong menanggung biayanya. Pemkab sudah menyiapkan Rp 1 juta per koperasi, dan kini menunggu komitmen Pemprov NTB untuk berbagi tanggung jawab.
“Ini momentum besar untuk membangkitkan ekonomi desa. Koperasi Merah Putih bukan sekadar wadah, tapi mesin penggerak kemandirian masyarakat,” tandas Ikhsan.
Dengan langkah strategis ini, Lombok Tengah membuktikan diri sebagai pelopor pembangunan berbasis gotong royong. Kini, tinggal menunggu aksi nyata 154 koperasi tersebut mengubah Rp 3 miliar per desa menjadi gelombang kesejahteraan yang mengangkat hidup puluhan ribu warga!


















