investigasiindonesia.com – Suasana Café Meeino Warking di kawasan Gomong, Mataram, pagi itu tak sekadar diramaikan oleh aroma kopi yang menggugah, melainkan juga oleh gelora diskusi penuh semangat dari puluhan mahasiswa yang bersatu melawan ancaman narkoba.
Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum Bima (FKMHB) sukses menggelar dialog publik bertema “Generasi Emas atau Cemas?”, Senin (26/5). Acara ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ajang kolaborasi nyata antara mahasiswa, aparat penegak hukum, akademisi, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB).
AKP Sudirman, Paur Subbag Anev Bag Binopsnal Ditresnarkoba Polda NTB, hadir dengan energi yang menginspirasi. Dengan gaya komunikasi yang santai namun tegas, ia menegaskan bahwa mahasiswa adalah kunci perubahan. “Generasi emas itu kalian! Tapi jika lengah, bisa jadi korban. Kami butuh tangan kalian untuk bergerak,” serunya di tengah riuh tepuk tangan peserta.
Tak hanya mengandalkan aparat, AKP Sudirman menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, terutama pemuda. “Kami di kepolisian bekerja siang-malam, tapi tanpa dukungan kalian, upaya kami tidak akan maksimal,” tambahnya. Pesannya jelas: “Jangan tunggu jadi korban dulu baru bertindak. Aksi sekarang!”
Sementara itu, Adi Setyo Prabowo dari BNNP NTB membawa perspektif berbeda. Ia memaparkan pendekatan psikologis dan sosial dalam pencegahan narkoba. “Narkoba bukan hanya masalah hukum, tapi juga kesehatan mental dan sosial. Edukasi sejak dini adalah senjata terbaik,” ujarnya.
Dari sisi akademisi, Taufan Abadi, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram, menambahkan pentingnya regulasi dan literasi hukum. “Mahasiswa harus jadi agen perubahan dengan memahami hukum dan menyebarkan kesadaran ke masyarakat,” tegasnya.
Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA itu berhasil memantik diskusi intens. Mahasiswa tidak hanya duduk diam, tetapi aktif menyuarakan keresahan mereka. “Kami tidak mau jadi generasi yang hancur karena narkoba. Kami siap bergerak!” seru salah satu peserta dengan semangat menggebu.
Dialog ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci memenangi perang melawan narkoba. Dengan semangat “Satu NTB, Bebas Narkoba”, para pemuda NTB menunjukkan tekad mereka untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah tanpa jerat narkoba.
“Ini baru awal. Aksi nyata harus menyusul!” tandas AKP Sudirman sebelum acara ditutup dengan penuh semangat.


















