banner 728x250

25.000 UMKM Lombok Timur Serbu Pendaftaran Bantuan Modal, Tim Koperasi Kerja Lembur Hingga Akhir Pekan

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Gelombang antusiasme pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Timur menyedot perhatian. Sebanyak 25.000 pengusaha lokal mendaftarkan diri untuk memperoleh bantuan modal usaha tahun 2025 melalui Dinas Koperasi dan UMKM setempat. Angka ini mencerminkan tingginya minat warga untuk mengembangkan bisnis, sekaligus menjadi tantangan bagi petugas untuk memprosesnya tepat waktu.

Moh. Hirsan, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, mengungkapkan bahwa sekitar 6.000 berkas masih dalam tahap input data. Untuk mengejar ketertinggalan, timnya rela bekerja lembur, bahkan di hari libur. “Kami memobilisasi seluruh tenaga agar pendataan cepat selesai. Setelah koordinasi dengan pimpinan, kami diizinkan lembur demi percepatan,” kata Hirsan, Senin (27/5).

banner 325x300

Begitu input data selesai, tahap selanjutnya adalah verifikasi dokumen oleh tim khusus beranggotakan 10 orang. Namun, mengingat volume pendaftar yang luar biasa, Hirsan menyatakan akan memperkuat tim dengan meminjam personel dari bidang lain. “Kami butuh tambahan tangan untuk memastikan semua berkas terverifikasi dengan akurat,” ujarnya.

Fokus verifikasi terletak pada kelengkapan administrasi, terutama Surat Keterangan dari kepala desa atau lurah. Hirsan menekankan pentingnya validasi data agar bantuan benar-benar diterima oleh pelaku usaha yang membutuhkan. Ia juga mengapresiasi peran pemerintah desa dan kelurahan yang telah membantu pendataan awal.

Tak sekadar memberikan suntikan modal, program ini dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan. UMKM penerima bantuan akan dibina dalam pengurusan legalitas, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI)—semua gratis. “Ini langkah konkret untuk meningkatkan daya saing UMKM,” tegas Hirsan.

Pascapencairan bantuan, Dinas Koperasi akan terus mendampingi UMKM melalui monitoring dan evaluasi. Rencananya, akan dibentuk komunitas UMKM di tiap kecamatan untuk memudahkan koordinasi. “Ke depan, kami akan klasifikasikan UMKM berdasarkan tahapan usaha—mulai dari rintisan, berkembang, hingga mandiri—agar pendampingan lebih terukur,” jelas Hirsan.

Dengan langkah strategis ini, Lombok Timur berkomitmen menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *