investigasiindonesia.com – Malam yang penuh keharuan dan kebersamaan terjadi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) saat Sidang Isbat menetapkan Idul Adha 1446 H jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Keputusan ini menyatukan seluruh umat Islam di Indonesia, mengakhiri spekulasi sekaligus membawa kabar gembira bagi jutaan keluarga yang bersiap menyambut hari raya kurban.
Proses sidang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB, dengan ketegangan yang berbalut harap. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, meski awalnya tidak ada laporan hilal dari berbagai daerah, keajaiban datang dari Aceh. Seorang perukyat bernama Nabil menjadi satu-satunya saksi yang melihat hilal setelah melalui proses sumpah yang ketat.
“Ini momen bersejarah. Meski hanya satu yang melihat, semua kriteria astronomi terpenuhi, termasuk rekomendasi MUI. Tidak ada alasan untuk ragu,” tegas Nasaruddin dengan mata berkaca-kaca.
Keputusan ini sekaligus menyamakan penanggalan dengan Muhammadiyah, yang sebelumnya telah menetapkan Idul Adha pada tanggal yang sama. Dengan demikian, tidak ada lagi perbedaan hari raya di Tanah Air—sebuah harmoni yang dinanti-nantikan banyak pihak.
Masyarakat pun menyambut gembira keputusan ini. Media sosial ramai dengan ucapan syukur dan persiapan menyambut hari besar. “Alhamdulillah, kita bisa berkurban bersama-sama. Ini bukti persatuan umat Islam Indonesia,” tulis salah satu warganet.
Nasaruddin berpesan agar kebersamaan ini menjadi teladan. “Jika suatu saat ada perbedaan, mari selesaikan dengan musyawarah dan semangat persaudaraan,” ujarnya penuh harap.
Kini, seluruh Indonesia bersiap merayakan Idul Adha dengan suka cita. Dari ujung barat hingga timur, masjid-masjid akan dipadati jamaah, dan puluhan ribu hewan kurban siap disembelih sebagai wujud ketakwaan. Momen ini bukan sekadar hari raya, tapi bukti kekuatan ukhuwah islamiyah yang tak tergoyahkan.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H—semoga berkah dan kebahagiaan menyertai seluruh bangsa!


















