banner 728x250

Rahasia di Balik Pagi-Pagi Siswa SMA Ini, Ritual Spiritual yang Bikin Mereka Juara Dunia!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Setiap pagi, langit Mataram masih diselimuti kabut tipis ketika gerbang SMA Islam Terpadu (IT) Anak Sholeh Mataram sudah ramai disambangi para siswa. Tapi jangan bayangkan keriuhan biasa seperti di sekolah lain. Di sini, suasana pagi dimulai dengan kedamaian yang begitu kental, seolah waktu berjalan lebih pelan, menyiapkan energi positif sebelum ilmu pengetahuan dijejalkan ke dalam pikiran.

Mulai pukul 07.00 Wita, para guru sudah berdiri di pintu gerbang, menyambut setiap siswa dengan senyum dan sapaan hangat. Bukan sekadar formalitas, ini adalah tradisi yang dibangun untuk menanamkan rasa hormat dan etika sejak dini. Tapi ritual sesungguhnya baru dimulai ketika para siswa bergegas menuju masjid sekolah.

banner 325x300

Di dalam masjid, mereka tak langsung duduk diam. Setiap siswa melaksanakan sholat duha sendiri-sendiri, lalu dilanjutkan dengan dzikir Al-Ma’tsurat dan tilawah Alquran minimal setengah juz. Semua dilakukan dalam hening, hanya suara lirih ayat-ayat suci yang terdengar. “Ini seperti pemanasan batin,” ujar Yuvita Nurma Yuliana, Kepala Sekolah SMAIT Anak Sholeh Mataram.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan “warming up spiritual” untuk menenangkan jiwa sebelum otak diforsir menerima pelajaran. “Kami ingin siswa datang ke sekolah bukan hanya dengan pikiran siap, tapi juga hati yang tenang,” tambahnya. Hasilnya? Sebuah keseimbangan unik antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual.

Tapi jangan salah, setelah urusan hati selesai, giliran otak diasah dengan English Practice selama 10 menit. Para siswa diajak berbicara dalam bahasa Inggris secara spontan, mempraktikkan percakapan sehari-hari, atau mendiskusikan topik global. Tujuannya jelas: membekali mereka dengan kemampuan komunikasi tingkat dunia.

“Kami tidak mau hanya mencetak siswa yang pintar agama tapi gagap teknologi, atau jago sains tapi kosong spiritualnya,” tegas Yuvita. Pendekatan integratif inilah yang disebut-sebut sebagai rahasia di balik segudang prestasi sekolah ini, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Usai seluruh rangkaian pagi, barulah bel sekolah berbunyi, menandai dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal. Tapi bahkan di dalam kelas, nuansa religius tetap tak ditinggalkan. Ada program tahfiz harian dan pembelajaran Alquran terjadwal, memastikan nilai-nilai Qurani terus melekat dalam keseharian siswa.

“Kami percaya, generasi unggul itu harus cerdas otaknya, kuat karakternya, dan luhur akhlaknya,” pungkas Yuvita. Dan pagi-pagi di SMA ini, itulah yang sedang mereka bangun—satu demi satu, hari demi hari.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *