banner 728x250

Atletik Indonesia Cetak Rekor Nasional di AAC 2025 Meski Tanpa Medali – Ini Bukti Kebangkitan yang Tak Terbantahkan!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Tim Nasional Atletik Indonesia kembali menunjukkan taringnya di ajang bergengsi Asian Athletics Championship (AAC) 2025 di Korea Selatan. Meski belum berhasil membawa pulang medali, prestasi yang ditorehkan para atlet justru menjadi bukti nyata kemajuan yang patut diapresiasi. Dengan torehan rekor nasional dan personal best yang memukau, mereka membuktikan bahwa proses pembinaan atletik Indonesia sedang menuju arah yang tepat.

Dina Aulia, sang sprinter andalan, mencuri perhatian dengan memecahkan rekor nasionalnya sendiri di nomor 100 meter lari gawang putri. Dengan catatan waktu 13.11 detik, ia berhasil mengungguli pencapaian sebelumnya di tahun 2024 (13.16 detik). Pencapaian ini semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu atlet tercepat di Asia Tenggara.

banner 325x300

Tak kalah spektakuler, Violine Intan Puspita mencatatkan personal best di nomor jalan cepat 20 kilometer putri dengan waktu 1:47:24. Sementara itu, Wahyudi Putra menunjukkan konsistensi gemilang dengan meraih dua personal best sekaligus—di nomor 1.500 meter (3:49.73 detik) dan 800 meter (1:50.93 detik). Ini menjadi sinyal kuat bahwa atlet-atlet muda Indonesia siap bersaing di level regional maupun internasional.

Tiga atlet lainnya juga menorehkan season best yang membanggakan. Pandu Sukarya mencatat waktu 9:02.11 detik di nomor 3.000 meter steeplechase, sementara Maria Andriani melompat setinggi 3.83 meter di nomor lompat galah putri. Di nomor 10.000 meter putra, Robi Syanturi menyelesaikan lomba dengan waktu 30:17.94, menunjukkan peningkatan signifikan dari performa sebelumnya.

Keikutsertaan Indonesia di AAC 2025 bukan sekadar partisipasi, melainkan bagian dari strategi besar menuju SEA Games 2025 di Thailand. PB PASI menegaskan, hasil ini menjadi bahan evaluasi berharga untuk memperkuat program pelatnas ke depannya.

Dua atlet asal Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Zohri dan Sudirman Hadi, juga turut memperkuat tim. Zohri nyaris lolos ke babak berikutnya setelah finis di peringkat 4 kualifikasi dengan waktu 10.54 detik. Sementara tim estafet 4×100 meter putra—yang diisi Sudirman Hadi, Wahyu Setiawan, Adith Rico Pradana, dan Bayu Kertanegara—harus puas di posisi kelima dengan catatan 40.15 detik.

Meski tanpa medali, AAC 2025 menjadi bukti bahwa atletik Indonesia sedang dalam tren positif. Setiap detik yang terpangkas, setiap lompatan yang semakin tinggi, dan setiap langkah yang semakin cepat adalah modal berharga menuju puncak prestasi. Ini bukan akhir, melainkan awal dari kebangkitan yang sesungguhnya!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *