investigasiindonesia.com – Dalam gebrakan filantropi terbesar abad ini, Bill Gates—miliarder legendaris pendiri Microsoft—resmi mengumumkan komitmennya untuk menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya, senilai USD 200 miliar (Rp 3.249 triliun), dalam dua dekade mendatang. Fokus utama dana tersebut adalah transformasi sistem kesehatan dan pendidikan di benua Afrika, yang disebut Gates sebagai “investasi terpenting untuk masa depan global.”
Pernyataan ini disampaikan Gates secara langsung di markas Uni Afrika, Addis Ababa, Ethiopia, di hadapan para pemimpin negara dan organisasi internasional. “Setiap anak di Afrika berhak atas kesempatan yang sama: hidup sehat, akses pendidikan berkualitas, dan peluang untuk membangun kemakmuran,” tegas Gates dengan penuh semangat.
Komitmen ini datang di tengah tantangan global, termasuk pemotongan anggaran bantuan kesehatan AS ke Afrika. Alhasil, peran filantropi seperti Gates Foundation menjadi semakin vital. Yayasan tersebut, salah satu yang terbesar di dunia, akan mengalokasikan dana untuk program pemberantasan malaria, peningkatan infrastruktur sekolah, serta penguatan sistem layanan kesehatan primer.
Mantan Ibu Negara Mozambik, Graça Machel, menyambut baik langkah Gates. “Ini adalah kabar luar biasa di tengah ketidakpastian dunia. Komitmen Bill memberi harapan baru bagi jutaan orang,” ujarnya. Sementara itu, Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji visi Gates sebagai “loncatan besar menuju kesetaraan global.”
Gates juga menegaskan bahwa Gates Foundation akan berhenti beroperasi pada 2045, dengan seluruh asetnya telah disalurkan. “Saya ingin memastikan bahwa kekayaan ini digunakan sepenuhnya untuk kemanusiaan, bukan warisan keluarga,” tulisnya di blog pribadi.
Dengan langkah ini, Gates mengukuhkan diri sebagai salah satu filantrop paling berpengaruh sepanjang sejarah. Dunia menunggu aksi nyata dari janji besar yang disebutnya “mission of a lifetime.”


















