banner 728x250

Kisah Emil Audero, Dari Gawang Kecil di Lombok Hingga Jadi Andalan Timnas Indonesia, Perjalanan yang Bikin Bangga!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Di balik senyum tenang Emil Audero, ada perjalanan panjang yang penuh dedikasi. Seorang anak yang lahir di Klinik Akasia, Mataram, 28 tahun lalu, kini menjadi salah satu nama besar di sepak bola Indonesia. Meski hanya menghabiskan masa kecil singkat di Lombok sebelum pindah ke Italia bersama sang ibu, Antonella Audero, darah Indonesia mengalir deras dalam dirinya.

Edi Mulyadi, sosok yang mengenal Emil sejak kecil, membagikan cerita menarik tentang awal mula bakat kiper itu terlihat. “Saat usianya baru lima tahun, Emil menggantikan saudara iparnya yang tidak bisa bertanding. Pelatih langsung melihat bakat alaminya, dan sejak itu, Emil selalu memilih jadi penjaga gawang,” kenang Edi dengan mata berbinar.

banner 325x300

Perjalanan kariernya dimulai dari klub lokal Cumiana Calcio di Italia, lalu menanjak ke akademi Juventus di usia 15 tahun. Tak butuh waktu lama bagi Emil untuk membuktikan diri, hingga akhirnya ia merasakan atmosfer Serie A bersama Sampdoria, Venezia, bahkan sempat dipinjam ke raksasa seperti Inter Milan. Kini, ia membela Palermo di Serie B sambil menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) resmi—sebuah kebanggaan bagi seluruh keluarga.

“Saat pengambilan sumpah WNI, Emil video call dengan kami di Lombok dan keluarganya di Italia. Semua terharu, saling berbagi foto dan cerita,” ujar Edi.

Namun, perjalanan Emil tak selalu mulus. Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, ia harus melewati fase pemulihan cedera bahu kiri. Itulah yang sempat menunda debutnya bersama Garuda. Tapi, tekadnya tak pernah surut.

Kini, seluruh keluarga besar Emil, termasuk Asosiasi Kabupaten PSSI dan KONI Lombok Tengah, siap memberikan dukungan penuh. Bahkan, nonton bareng digelar di Praya untuk menyemangati Timnas Indonesia melawan Tiongkok. “Kami berdoa, seluruh bangsa Indonesia berdoa, semoga Timnas lolos ke Piala Dunia,” harap Edi.

Yang lebih mengharukan, Emil ternyata punya rencana spesial usai laga melawan Jepang. “Dia akan pulang ke Lombok, menghabiskan waktu liburan singkat di kampung halaman sebelum kembali ke Italia,” beber Edi.

Dan seperti anak yang rindu masakan rumah, Emil punya permintaan sederhana: kue nastar. “Tapi saya tak berani bawa banyak, soalnya pelatih sangat ketat mengatur asupan pemain,” canda Edi.

Satu hal yang pasti: Emil Audero bukan sekadar pemain, ia adalah bukti bahwa mimpi kecil dari Lombok bisa menggapai langit dunia. Dan kini, seluruh Indonesia menanti aksinya!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *