investigasiindonesia.com – Cristiano Ronaldo sekali lagi membungkam keraguan dengan performa luar biasa di usia yang kerap dianggap sebagai masa senjang bagi pesepak bola. Pada usia 40 tahun, legenda hidup tersebut menjadi pahlawan kemenangan Portugal atas Spanyol dalam final Nations League, mengantarkan Seleção das Quinas meraih trofi bergengsi setelah pertarungan sengit berakhir 5-3 melalui adu penalti (2-2 di waktu normal).
Di Allianz Arena, München, Ronaldo tidak hanya memimpin timnya sebagai kapten, tetapi juga mencetak gol krusial penyama kedudukan pada menit ke-61. Gol tersebut menjadi penanda sejarah, menjadikannya pencetak gol tertua dalam sejarah Nations League pada usia 40 tahun 123 hari. Rekor sebelumnya dipegang oleh Roy Chipolina, bek Gibraltar, yang mencetak gol di usia 39 tahun 246 hari.
“Ini momen yang sangat spesial. Tidak peduli berapa kali Anda menang, merasakan kebahagiaan juara selalu tak tergantikan,” ujar Ronaldo dengan wajah berseri usai pertandingan.
Kemenangan ini menjadi trofi ketiga Ronaldo bersama Portugal di tingkat internasional, setelah sebelumnya meraih Nations League 2019 dan Euro 2016. Uniknya, final kali ini menjadi pertama kalinya CR7 mencetak gol di partai puncak bersama negaranya, setelah sebelumnya gagal mencetak gol saat Portugal mengalahkan Belanda 1-0 di edisi 2019.
Meski sempat digantikan menjelang akhir pertandingan karena cedera ringan, kontribusinya tetap tak terbantahkan. “Aku senang bisa mencetak gol dan membantu tim. Sayangnya, aku harus keluar karena sedikit masalah fisik, tapi yang terpenting kami menang,” tambahnya.
Pelatih Portugal, Roberto Martínez, tak henti memuji pengaruh besar Ronaldo, baik di dalam maupun luar lapangan. “Dia bukan hanya pemain hebat, tapi juga pemimpin yang membawa energi positif. Lihat saja bagaimana tim kami bisa bangkit dari ketertinggalan dua kali. Cristiano membuktikan bahwa kami punya mental juara,” ujar Martínez.
Dengan performa gemilang ini, spekulasi tentang keikutsertaannya di Piala Dunia 2026 semakin kuat. Jika terus menjaga level permainan, bukan tidak mungkin CR7 akan memecahkan rekor lain sebagai pemain tertua yang berlaga di turnamen empat tahunan tersebut.
Portugal kini semakin kokoh sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia, dan Ronaldo tetap menjadi simbol keabadian kelas elite. Satu hal yang pasti: usia hanyalah angka, tapi legenda terus ditulis.


















