banner 728x250

Visi Larry Page Jadi Kenyataan, Kecerdasan Buatan Google Siap Mengubah Peradaban Manusia!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Larry Page, salah satu pendiri Google, pernah dianggap sebagai pemimpi besar ketika pada awal 2000-an ia berbicara tentang masa depan di mana mesin pencari tidak hanya menemukan informasi, tetapi benar-benar memahami dunia layaknya manusia. Kini, dua dekade kemudian, visi itu tidak lagi menjadi khayalan. Kecerdasan buatan (AI) Google telah berkembang sedemikian rupa sehingga mulai mendekati apa yang dulu hanya ada dalam imajinasi Page.

Revolusi Dimulai dari Sebuah Makalah

banner 325x300

Pada tahun 2017, tim peneliti Google menerbitkan makalah berjudul “Attention Is All You Need”, yang memperkenalkan arsitektur transformer—sebuah terobosan yang menjadi dasar bagi semua model AI modern. Teknologi inilah yang memungkinkan mesin memahami konteks bahasa manusia secara mendalam, jauh melampaui sekadar pencarian kata kunci.

Dari sinilah lahir generasi baru AI, termasuk chatbot seperti Gemini (milik Google) dan ChatGPT (OpenAI), yang mampu memberikan jawaban cerdas, menulis esai, bahkan berdiskusi layaknya manusia. Google, di bawah kepemimpinan Sundar Pichai, secara resmi mengubah strateginya menjadi “AI-first”, menegaskan bahwa masa depan perusahaan ini akan dibangun di atas kecerdasan buatan.

Larry Page: Dari Google ke Dynatomics

Meski sudah tidak terlibat dalam operasional harian Google, Larry Page tidak berhenti berinovasi. Ia kini mendirikan Dynatomics, sebuah startup yang berambisi menggunakan AI untuk merevolusi industri manufaktur. Perusahaan ini dikabarkan sedang mengembangkan sistem produksi berbasis AI yang bisa mempercepat inovasi material dan desain produk secara radikal.

Page masih memegang sekitar 6% saham Alphabet (induk perusahaan Google), menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia. Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaannya mencapai USD 157 miliar (sekitar Rp 2.555 triliun), menempatkannya di posisi ketujuh orang paling kaya secara global.

Masa Depan di Mana AI Menguasai Segalanya?

Visi Larry Page tentang AI yang bisa memahami dan memprediksi kebutuhan manusia kini semakin nyata. Google terus mengembangkan model bahasa besar (large language models/LLM) yang semakin canggih, sementara perusahaan seperti Dynatomics berpotensi mengubah cara kita memproduksi barang.

Pertanyaannya sekarang bukan apakah AI akan menguasai dunia, tetapi seberapa cepat hal itu terjadi. Dan jika sejarah membuktikan sesuatu, mimpi-mimpi besar Larry Page seringkali menjadi kenyataan—meski awalnya terdengar mustahil.

Dunia sedang menyaksikan salah satu revolusi teknologi terbesar dalam sejarah, dan Larry Page sekali lagi berada di pusatnya. Apakah ini awal dari era baru di mana mesin tidak hanya membantu, tetapi benar-benar memahami manusia? Jawabannya mungkin lebih dekat daripada yang kita kira.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *