banner 728x250

Trump Tantang Gubernur California Ditangkap, Los Angeles Memanas dengan Gelombang Demo dan Konflik Politik!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Situasi politik di Amerika Serikat memanas setelah mantan Presiden Donald Trump secara terbuka mendukung penangkapan Gubernur California, Gavin Newsom. Dalam pernyataan kontroversialnya, Trump menyatakan, “Saya akan melakukannya (menangkap Newsom) jika saya Tom Homan. Hebat jika itu bisa diwujudkan!” Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama di tengah eskalasi demonstrasi besar-besaran di Los Angeles (LA) yang dipicu oleh operasi imigrasi besar-besaran.

Operasi penegakan hukum imigrasi oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) di LA telah memicu protes panjang sejak pekan lalu. Aksi unjuk rasa berubah ricuh setelah bentrokan antara demonstran dan aparat, disertai aksi pembakaran dan perusakan properti. Trump, tanpa koordinasi dengan Pemerintah California, mengirim ratusan personel Garda Nasional untuk meredam kerusuhan—langkah yang langsung dikritik sebagai overreach kekuasaan.

banner 325x300

Newsom, yang disebut-sebut sebagai calon kuat Demokrat di Pilpres 2028, balik menantang Trump. “Kejar saya, tangkap saya, mari kita selesaikan saja!” ujarnya dengan nada menantang. Ia menuduh Trump sengaja menciptakan krisis untuk keuntungan politik, termasuk dengan mengerahkan Marinir ke LA—tindakan yang ia sebut “langkah diktator.”

Sementara itu, aksi protes terus meluas ke kota-kota besar seperti New York, Chicago, dan Dallas. American Civil Liberties Union (ACLU) mendesak penghentian operasi ICE, sementara polisi mulai menggunakan peluru karet untuk membubarkan massa.

Di tengah gejolak ini, dua Warga Negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban operasi ICE. Pemerintah Indonesia melalui KJRI LA masih berjuang mendapatkan akses kekonsuleran untuk kedua WNI tersebut. “Kami terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi,” tegas Judha Nugraha dari Kemenlu RI.

Dengan ketegangan yang terus meningkat, banyak pengamat memprediksi konflik ini akan berdampak panjang—baik pada politik domestik AS maupun hubungan federal-negara bagian. Apakah Trump akan terus memanas-manasi situasi, atau justru memicu perlawanan lebih besar dari negara bagian Demokrat? Semua mata kini tertuju pada Los Angeles.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *