banner 728x250

Kisah Pilu Sahri Ramadan, Jenazah PMI Lombok Kembali ke Tanah Air Setelah Perjuangan Panjang, Keluarga Lega Meski Masih Ada Tanda Tanya

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Setelah melewati perjalanan panjang dan proses yang tidak mudah, jenazah Sahri Ramadan, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lombok Barat yang meninggal di Malaysia, akhirnya tiba di kampung halamannya. Rabu (12/6), keluarga di Dusun Batu Asak, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, akhirnya bisa memeluk erat kepulangan sang anak setelah berhari-hari menanti kepastian.

Norman Adhiguna, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, mengungkapkan bahwa pihaknya segera bergerak cepat begitu mendapat kabar tentang meninggalnya Sahri. “Kami langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan jenazah bisa dipulangkan secepatnya. Alhamdulillah, proses serah terima ke keluarga sudah berjalan lancar,” ujarnya.

banner 325x300

Namun, di balik kepulangan yang berjalan lancar, masih ada sejumlah pertanyaan yang mengganjal. Norman menjelaskan bahwa BP3MI saat ini sedang berupaya memastikan hak-hak Sahri sebagai PMI, termasuk pembayaran gaji terakhir dan kemungkinan manfaat asuransi. “Kami sedang berkomunikasi dengan perusahaan pengirim untuk mengecek apakah ada hak almarhum yang belum diberikan,” tambahnya.

Yang membuat kisah ini semakin kompleks adalah kabar bahwa lima WNI diduga terlibat dalam insiden yang merenggut nyawa Sahri. Sayangnya, hingga saat ini, BP3MI NTB belum mendapatkan informasi rinci mengenai identitas kelima orang tersebut. “Kami masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas setempat. Fokus kami sebelumnya adalah memastikan jenazah bisa pulang dengan layak,” jelas Norman.

Kedatangan jenazah Sahri ke rumah duka disambut dengan tangis haru keluarga. Sekitar pukul 11.00 WITA, jenazah akhirnya tiba di Desa Buwun Sejati. Tidak lama setelahnya, sesuai permintaan keluarga, Sahri dimakamkan di pemakaman desa setempat usai salat Zuhur. “Keluarga sudah ikhlas melepas kepergiannya. Ini proses yang berat, tapi kami berusaha kuatkan satu sama lain,” kata Muhidin, Kepala Desa Buwun Sejati, yang turut mendampingi keluarga.

Meski duka masih terasa, kepulangan Sahri menjadi penutup satu babak perjuangan panjang. Kini, perhatian beralih pada proses hukum dan upaya memastikan keadilan bagi almarhum. Sementara itu, solidaritas warga dan dukungan dari berbagai pihak menjadi penghibur bagi keluarga yang kehilangan.

PulangUntukTerakhirKalinya #PMITerbangPulang #KisahSahriRamadan

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *