investigasiindonesia.com – NTB kini melangkah lebih agresif dalam memerangi kekerasan seksual! Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi menggagas pembentukan Forum Kolaborasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (FKP2KS). Langkah ini diambil sebagai respons tegas terhadap tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut.
Data yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) NTB sungguh mencengangkan: 640 kasus pada 2022, 607 kasus di 2023, dan 633 kasus di 2024. Angka ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual masih menjadi ancaman serius yang harus segera ditangani.
Yusron Hadi, Kepala Dinas Kominfotik NTB, menjelaskan bahwa Gubernur Iqbal telah mengumpulkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait untuk merancang strategi terpadu. “Ini adalah langkah cepat pak Gubernur. NTB tidak bisa diam melihat kasus-kasus ini terus terjadi,” tegas Yusron.
Forum FKP2KS akan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat sipil. Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB pun turut dilibatkan, menunjukkan bahwa upaya ini bersifat holistik. “Tidak ada lagi ego sektoral. Semua pihak harus bergerak bersama,” tambah Yusron.
Dukungan juga datang dari Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi, yang menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, forum ini akan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan di semua lini. “Tidak ada lagi kerja sendiri-sendiri. Mulai sekarang, semua bergerak serentak!” seru Joko.
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa FKP2KS bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata dengan target jelas: mengurangi kasus kekerasan seksual secara signifikan. Forum ini akan fokus pada perlindungan kelompok rentan dan kampanye masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Ini adalah perang bersama. NTB harus menjadi contoh dalam penanganan kekerasan seksual,” pesan Gubernur Iqbal. Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, NTB siap menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak.


















