invedstigasiindonesia.com – Di tengah gempuran teknologi yang mengubah dunia anak-anak menjadi terpaku pada layar gadget, permainan tradisional muncul sebagai pahlawan tak terduga. Bukan sekadar nostalgia, permainan seperti Engklek (Jemprak) dan Gobak Sodor ternyata menyimpan kekuatan luar biasa untuk membentuk generasi yang lebih gesit, cerdas, dan sosial—tanpa perlu bantuan gawai!
Hasbi, Dosen Fakultas Pendidikan UNU NTB, membongkar rahasia di balik keajaiban permainan tradisional. Menurutnya, setiap lompatan, lari, dan strategi dalam permainan ini adalah kelas pembelajaran alami yang tak bisa digantikan oleh aplikasi digital manapun. “Ini bukan sekadar bermain, tapi sekolah kehidupan yang menyenangkan,” tegasnya.
Bayangkan: dalam satu sesi permainan Engklek, anak-anak tidak hanya melompat-lompat gembira. Mereka sedang mengasah keseimbangan, koordinasi motorik, pemahaman pola, hingga kesabaran menunggu giliran. Sementara itu, Gobak Sodor mengajarkan strategi, kecepatan berpikir, kerja tim, dan sportivitas—semua terangkum dalam kegembiraan berlari dan menghindari lawan.
“Anak-anak zaman sekarang seringkali kurang gerak, kurang sosialisasi, dan mudah frustasi. Permainan tradisional adalah solusi alami,” papar Hasbi. Risetnya membuktikan, modifikasi permainan tradisional dengan pendekatan pendidikan mampu meningkatkan partisipasi anak, memperbaiki kemampuan motorik, dan menciptakan pengalaman belajar yang jauh lebih berkesan dibandingkan metode konvensional.
Tak hanya berhenti di penelitian, Hasbi telah melangkah lebih jauh dengan menulis buku-buku panduan yang mengintegrasikan permainan tradisional NTB ke dalam kurikulum pendidikan jasmani. Buku ini tidak hanya berisi cara bermain, tapi juga tujuan pembelajaran, indikator gerak, dan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak masa kini.
“Kami ingin guru dan orang tua paham, ini bukan sekadar permainan lama. Ini adalah warisan budaya yang sekaligus alat pendidikan efektif,” ujarnya. Menurutnya, permainan tradisional adalah cara terbaik untuk merangsang fisik, melatih mental, sekaligus menjaga warisan leluhur tetap hidup.
Anak Lebih Bahagia, Orang Tua Lega
Di era di mana kecanduan gadget menjadi momok menakutkan, permainan tradisional menawarkan alternatif yang lebih sehat, interaktif, dan penuh makna. Anak-anak tidak hanya aktif bergerak, tapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menghargai proses—sesuatu yang jarang didapat dari game digital.
“Kita tidak melawan teknologi, tapi menawarkan keseimbangan,” tandas Hasbi. “Biarkan anak merasakan kegembiraan berlari, tertawa bersama teman, dan belajar dari kesalahan—seperti cara kita dulu tumbuh.”
Jadi, masih ragu untuk mengajak anak bermain Engklek hari ini?


















