investigasiindonesia.com – Di tengah terik matahari yang menyengat dan tanah retak-retak akibat kemarau berkepanjangan, aksi nyata jajaran Polres Lombok Barat, Polda NTB, menjadi secercah harapan bagi warga yang hampir putus asa. Tidak hanya sekadar seremonial, bakti sosial ini benar-benar mengubah hari-hari sulit masyarakat Dusun Kesambik Rempek, Desa Labuan Tereng, yang selama berbulan-bulan kesulitan mendapatkan air bersih.
Saat mobil tangki Polres Lombok Barat tiba di lokasi, Rabu (18/6), sorak-sorai kegembiraan langsung terdengar. Bantuan air bersih ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79, yang tahun ini diwarnai dengan aksi nyata membantu masyarakat yang paling terdampak krisis.
Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, dengan tegas menyatakan bahwa ini adalah bukti komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. “Ini bukan hanya tentang tugas menjaga keamanan, tapi juga tentang hati. Kami tidak bisa diam melihat warga berjuang hanya untuk mendapatkan air minum,” tegasnya.
Perjuangan Warga yang Harus Berjalan Kiloan Meter Demi Setetes Air
Dusun Kesambik Rempek, yang terletak di perbukitan terpencil, adalah salah satu wilayah paling parah terdampak kekeringan. Tanpa akses PDAM, warga harus berjalan jauh ke desa tetangga hanya untuk mengisi beberapa ember air. Aktivitas sehari-hari, termasuk sekolah anak-anak, seringkali terganggu karena krisis ini.
Muhamad Zubaidi, Kepala Dusun setempat, tak kuasa menahan haru saat menyambut bantuan ini. “Ini seperti jawaban dari langit. Kami sudah terlalu lama berjuang sendirian. Terima kasih tidak cukup untuk menggambarkan rasa syukur kami,” ujarnya dengan suara bergetar.
Tidak Hanya Air, Harapan Juga Ditanam Bersama Sumur Bor
Kegiatan tidak berhenti di penyaluran air. Tim Polres Lombok Barat juga langsung turun tangan mengecek lokasi pembuatan sumur bor, sebagai solusi jangka panjang bagi warga. Dengan adanya sumur ini, diharapkan Dusun Kesambik Rempek tidak lagi bergantung pada bantuan darurat saat musim kemarau tiba.
Aksi heroik polisi NTB ini berhasil menginspirasi banyak pihak. Dalam waktu singkat, kisah mereka viral di media sosial, dengan ribuan warganet memuji langkah nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
“Inilah Bhayangkara Sejati: Tidak Hukum Penjahat, Tapi Juga Selamatkan Rakyat dari Dahaga!”
Sebelum meninggalkan lokasi, AKBP Yasmara Harahap berpesan, “Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan terus datang. Ini janji kami sebagai pelayan masyarakat.”
Dengan semangat gotong royong dan tekad kuat membawa perubahan, Polres Lombok Barat membuktikan bahwa kepedulian bisa mengalahkan segala keterbatasan. Dan hari ini, ribuan warga bisa tersenyum lega—setidaknya untuk beberapa hari ke depan, mereka tidak perlu khawatir kehausan lagi.


















