investigasiindonesia.com – Malam yang sempat memanas di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, berubah menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong warga. Sekitar pukul 00.30 WITA dini hari tadi (22/6), gesekan antarpemuda dari dua lingkungan sempat memicu ketegangan. Namun, dalam hitungan jam, sinergi antara tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat kelurahan berhasil mengubah suasana menjadi ajang rekonsiliasi yang patut diacungi jempol.
Awalnya, insiden ini dipicu oleh perselisihan kecil antarpemuda yang berpotensi memicu ketegangan lebih luas. Namun, alih-alih membiarkan emosi berkecamuk, warga bersama aparat bergerak cepat menggelar mediasi di aula Mapolsek Selaparang. Hasilnya, kedua pihak bersepakat menutup lembar lama dan berkomitmen menjaga kerukunan.
“Ini adalah bukti bahwa komunikasi dan kebersamaan bisa mengalahkan ego sektoral. Kami sangat menghargai kesadaran warga yang memilih jalan damai,” ujar Kapolsek Selaparang, Ipda Zulharman Lutfi, dengan nada penuh apresiasi. Ia menambahkan, pendekatan humanis seperti ini sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-79, di mana keamanan dan kedamaian masyarakat adalah tujuan utama.
Yang membuat kisah ini lebih membanggakan adalah peran aktif para pemuda sendiri. Setelah mediasi, mereka justru terlihat bersalaman dan berdiskusi santai, menunjukkan bahwa persaudaraan bisa mengatasi segala perbedaan. Tokoh masyarakat setempat, Pak Hasan, mengungkapkan kebahagiaannya melihat anak-anak muda justru menjadi pelopor perdamaian.
“Kami tidak ingin ada dendam. Justru malam ini jadi pelajaran berharga bahwa masalah bisa selesai tanpa kekerasan,” kata salah satu pemuda yang terlibat, tersenyum lega.
Kini, Monjok kembali tenang, bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Kejadian ini tidak hanya memulihkan ketertiban, tetapi juga mengukuhkan citra Mataram sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Sebuah prestasi yang patut dijadikan teladan bagi wilayah lain!


















