investigasiindonesia.com – PDAM Lombok Timur (Lotim) mengambil langkah tegas untuk membersihkan catatan piutangnya yang mencapai Rp10,5 miliar hingga akhir 2024. Separuh dari total piutang, senilai Rp5 miliar, akan dihapuskan atau diputihkan karena dinilai tidak mungkin tertagih lagi. Langkah ini diambil setelah mengevaluasi kondisi pelanggan yang sudah tidak aktif, tidak memiliki meter air, atau bahkan tidak lagi mendapat aliran air.
Plt Direktur Umum PDAM Lotim, Sofyan Hakim, menjelaskan bahwa pelanggan yang terkena pemutihan adalah mereka yang secara teknis tidak bisa ditarik lagi. “Mereka sudah tidak terdaftar sebagai pelanggan aktif, sehingga penagihan tidak memungkinkan,” ujarnya. Namun, PDAM tetap berkomitmen memperbaiki layanan agar masalah serupa tidak terulang di masa depan.
Selain persoalan piutang, PDAM Lotim juga menghadapi tantangan lain, seperti tingginya kehilangan air (water loss) yang mencapai 31,06%. Beberapa wilayah, terutama dataran tinggi, belum bisa menikmati pasokan air 24 jam. Bahkan, masih ada pelanggan yang sama sekali belum pernah menerima air, membuat tagihan mereka mustahil dibayarkan.
Di sisi lain, PDAM Lotim terus berupaya meningkatkan cakupan layanan. Salah satunya dengan menambah debit air melalui pembelian lahan-lahan yang memiliki sumber mata air. Dengan langkah ini, laba bersih PDAM ditargetkan naik dari Rp1,2 miliar di 2024 menjadi Rp2,5 miliar pada tahun ini.
Upaya perluasan juga dilakukan dengan meningkatkan kualitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan, meski saat ini masih terdapat kendala teknis seperti kebocoran. PDAM berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memperbaiki infrastruktur tersebut.
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, mengungkapkan bahwa sebagian besar tunggakan berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, berkat kerja keras tim PDAM, Rp5 miliar dari total tunggakan berhasil ditagih. “Untuk sisanya, jika memang tidak mungkin dibayar, kami setuju untuk dihapuskan,” tegasnya.
Pemkab Lotim juga siap mendukung PDAM dengan membeli lahan sumber mata air guna meningkatkan pasokan. “Kami ingin layanan air di Lotim lebih baik, pelanggan bertambah, dan keuntungan PDAM bisa mencapai Rp3 miliar tahun ini,” pungkas Haerul.
Dengan langkah-langkah strategis ini, PDAM Lotim optimis dapat memberikan pelayanan terbaik sekaligus meningkatkan kinerja keuangannya di tahun mendatang.


















