banner 728x250

Nadiem Makarim Diperiksa 12 Jam di Kejagung, Bawa Dokumen Laptop Chromebook hingga Obat Pribadi

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 12 jam di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9 triliun. Kedatangannya yang penuh senyum dan sikap kooperatifnya menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk penyidik.

Nadiem tiba di Gedung Jampidsus Kejagung pagi kemarin (23/6), tepat pukul 09.09 WIB, dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam sederhana. Tanpa banyak komentar, ia hanya melambai dan tersenyum ramah kepada awak media yang sudah menunggu sejak subuh. Di tangannya, terlihat sebuah tas berisi dokumen penting terkait proyek pengadaan laptop, serta obat-obatan pribadi yang langsung memicu spekulasi.

banner 325x300

Ricky Saragih, kuasa hukum Nadiem, membenarkan bahwa kliennya membawa dokumen pendukung, makanan, dan obat. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi kesehatan Nadiem tidak perlu dikhawatirkan. “Beliau baik-baik saja, fokus untuk membantu proses hukum sejelas-jelasnya,” ujar Ricky sebelum pemeriksaan dimulai.

Proses Pemeriksaan: Transparansi dan Kepatuhan Hukum

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa Nadiem dipanggil sebagai saksi untuk menjelaskan kebijakannya selama menjabat Mendikbudristek, khususnya dalam proyek pengadaan 1,1 juta unit laptop Chromebook untuk kebutuhan pendidikan. “Kami mendalami fungsi pengawasan dan peran beliau dalam proyek ini,” jelas Harli.

Meski demikian, Nadiem sejak awal telah menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan dan melibatkan banyak pihak untuk meminimalisir konflik kepentingan. “Regulasi diikuti dengan ketat, dan semua tahapan diawasi oleh instansi terkait,” tegasnya dalam jumpa pers pekan lalu.

12 Jam Diperiksa, Nadiem Ucapkan Terima Kasih ke Penyidik

Setelah keluar dari ruang pemeriksaan pukul 21.00 WIB, Nadiem terlihat tetap tenang dan bahkan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penyidik Kejagung. “Saya sebagai saksi sangat menghargai proses hukum yang berjalan adil, transparan, dan mengedepankan praduga tak bersalah,” ujarnya di depan media.

Ia juga menekankan komitmennya untuk mendukung penegakan hukum sebagai bagian dari tanggung jawab moral. “Kehadiran saya hari ini adalah bukti bahwa sebagai warga negara, saya percaya pada proses hukum yang bersih untuk demokrasi Indonesia,” tambahnya dengan nada tegas namun tetap santun.

Respons Publik: Dukungan Mengalir untuk Nadiem

Netizen ramai membahas ketenangan dan profesionalitas Nadiem selama menjalani pemeriksaan. Tagar #NadiemKooperatif dan #ChromebookUntukSekolah sempat trending di Twitter, dengan banyak warganet memuji kesiapannya menjawab semua pertanyaan penyidik tanpa drama.

“Pemimpin muda seperti ini yang kita butuhkan: tegas, transparan, dan taat hukum,” tulis salah satu akun @ReformasiDigital.

Sementara itu, pengamat hukum Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, menilai pemeriksaan ini sebagai langkah standar untuk mengungkap fakta seobjektif mungkin. “Kejagung harus diapresiasi karena bekerja profesional, begitu pula sikap Pak Nadiem yang sangat membantu,” ujarnya.

Apa Selanjutnya?

Kejagung belum memastikan apakah akan memanggil Nadiem kembali, tetapi penyidik dikabarkan masih mendalami sejumlah dokumen dan keterangan dari staf khusus (stafsus) di lingkungan Mendikbudristek era Nadiem.

Satu hal yang pasti: Nadiem telah mencatatkan diri sebagai sosok menteri yang tak hanya inovatif, tapi juga siap bertanggung jawab penuh atas setiap kebijakannya. Langkahnya hari ini menjadi contoh langka bagaimana elite muda Indonesia menghadapi proses hukum dengan integritas.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *