investigasiindonesia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perdagangan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta untuk melanjutkan proyek Pasar Ikan Higienis Bintaro di Kecamatan Ampenan. Proyek yang akan dimulai pada 2025 ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan pasar ikan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, H Irwan Harimansyah, menegaskan bahwa anggaran tersebut bersumber dari APBD murni dan akan digunakan untuk menyelesaikan tahap pembangunan yang tertunda. “Pasar Higienis Bintaro akan menjadi pengganti pasar ikan lama yang selama ini kurang memadai. Kami ingin menciptakan lingkungan berjualan yang lebih layak dan sehat,” ujarnya, Senin (23/6).
Lokasi pasar baru ini berada dalam satu kawasan dengan Rusunawa Bintaro, yang sebelumnya sudah memiliki akses jalan memadai. Saat ini, Pemkot fokus menyelesaikan pembangunan jalan khusus menuju pasar sekaligus melakukan pendekatan kepada warga Huntara Pondok Pelangi yang masih menempati area tersebut. “Kami sedang melakukan sosialisasi dengan pendekatan humanis agar mereka bersedia pindah. Begitu lokasi benar-benar kosong, proses tender bisa segera dimulai,” jelas Irwan.
Desain Terbuka, Fasilitas Modern, dan Kapasitas 30 Pedagang
Proyek Pasar Ikan Higienis Bintaro telah melalui tahap awal dengan anggaran Rp 480 juta untuk pengurukan lahan, pemasangan tiang, dan talud. Konsep pasar terbuka (open market) dipilih setelah melalui diskusi dengan para pedagang, dengan kapasitas awal menampung 30 pedagang. “Data terakhir ada sekitar 30-35 pedagang aktif di Bintaro. Kami akan pastikan semua bisa tertampung dengan baik,” tambah Irwan.
Ia juga membantah isu bahwa pedagang menolak relokasi. “Justru mereka sangat antusias dan meminta proyek ini dipercepat. Akses jalan yang lebar dan fasilitas yang lebih baik menjadi daya tarik utama,” tegasnya.
Dengan realisasi proyek ini, Pemkot Mataram berharap dapat meningkatkan kualitas perdagangan ikan sekaligus mendongkrak perekonomian lokal. “Ini bukan sekadar membangun pasar, tapi mewujudkan ekosistem perdagangan yang modern dan berkelanjutan,” pungkas Irwan.


















