banner 728x250

Pintu Lebar Terbuka! Guru Tanpa Sertifikat Penggerak Bisa Jadi Kepala Sekolah

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan! Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menghapus syarat sertifikat Program Guru Penggerak (PGP) bagi guru yang ingin mendaftar sebagai calon kepala sekolah. Kebijakan baru ini memberikan angin segar bagi ribuan guru di seluruh Indonesia yang kini memiliki kesempatan lebih besar untuk memimpin sekolah.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14/M/2025, Program Guru Penggerak secara resmi dihapus sejak 18 Maret 2025. Artinya, guru tidak perlu lagi mengantre mengikuti program tersebut hanya untuk bisa mendaftar sebagai calon kepala sekolah.

banner 325x300

Dirjen GTKPG Kemendikdasmen, Prof. Nunuk Suryani, menegaskan, “Kini setiap guru punya peluang yang sama untuk menjadi kepala sekolah, asalkan memenuhi persyaratan dasar yang telah ditetapkan.”

Melalui Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2025, Kemendikdasmen merombak kriteria seleksi calon kepala sekolah. Berikut syarat terbarunya:
✔ Memiliki gelar S1/D-IV
✔ Memiliki sertifikat pendidik (serdik)
✔ Golongan minimal III/C (PNS) atau Guru Ahli Pertama (PPPK)
✔ Pengalaman mengajar minimal 8 tahun
✔ Nilai kinerja guru “baik” dalam 2 tahun terakhir
✔ Pengalaman manajerial minimal 2 tahun
✔ Usia maksimal 56 tahun saat penugasan

Tahun 2025 menjadi momentum besar bagi guru yang ingin naik jenjang. Kemendikdasmen membuka 50.971 formasi kepala sekolah, terdiri dari:

10.899 posisi untuk menggantikan kepala sekolah yang pensiun
40.072 posisi untuk sekolah yang belum memiliki pemimpin
Program Kepemimpinan Sekolah: Bekal Guru Jadi Pemimpin Digital

Sebagai pengganti PGP, Kemendikdasmen meluncurkan Program Kepemimpinan Sekolah yang dirancang untuk mencetak kepala sekolah masa depan. Program ini fokus pada:
🔹 Kepemimpinan pembelajaran berbasis teknologi (AI, coding, digitalisasi)
🔹 Manajemen sekolah modern (pengelolaan sumber daya, kolaborasi dengan komunitas)
🔹 Penguatan karakter pemimpin pendidikan

Kebijakan ini langsung disambut antusias oleh para guru. Banyak yang menyebut ini sebagai “peluang terbaik untuk membawa perubahan nyata di sekolah.” Dengan syarat yang lebih inklusif, diharapkan lebih banyak guru kompeten yang siap memajukan pendidikan Indonesia.

“Ini era baru kepemimpinan sekolah – lebih adil, lebih terbuka, dan lebih mengutamakan kompetensi!” tegas Prof. Nunuk.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *