investigasiindonesia.com – Perubahan besar terjadi di birokrasi Nusa Tenggara Barat (NTB)! Gita Ariadi secara resmi melepas jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) NTB setelah dilantik menjadi dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (24/6). Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno, yang menegaskan bahwa status kepegawaian Gita kini beralih dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov NTB menjadi ASN di bawah Kemendagri.
Gita telah memimpin sebagai Sekda NTB sejak 2019, meninggalkan posisi strategis yang kini harus segera diisi. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dituntut untuk segera menunjuk pelaksana harian (Plh) Sekda NTB dalam waktu 15 hari, sekaligus mengusulkan nama penjabat (Pj) definitif kepada Kemendagri.
Spekulasi pun bergulir! Sosok yang disebut-sebut akan mengisi posisi Plh Sekda NTB adalah Lalu Mohammad Faozal, Asisten II Setda NTB yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB. Isu ini kian kuat setelah akun Instagram resmi Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir, Sumbawa, memposting kunjungan Faozal dengan menyebutnya sebagai “Plh Sekda NTB”.
Namun, Tri Budiprayitno—yang akrab disapa Yiyit—menegaskan bahwa Gubernur Iqbal belum secara resmi menetapkan Plh Sekda NTB. “SK Gubernur terkait Plh Sekda NTB belum terbit, kita masih menunggu keputusan beliau,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kunjungan Faozal ke Sumbawa masih dalam kapasitasnya sebagai Asisten II, bukan sebagai Plh Sekda.
Yiyit memastikan bahwa Pemprov NTB berkomitmen mematuhi ketentuan dalam memilih pengganti Gita. “Kita harap besok sudah ada keputusan resmi dari Pak Gubernur, lengkap dengan SK dan usulan Pj Sekda NTB ke Kemendagri,” tegasnya.
Sementara itu, Faozal sendiri enggan berkomentar panjang lebar. Saat dimintai konfirmasi, ia hanya menjawab singkat, “Dicek saja dengan Pak Yiyit.” Ia menegaskan bahwa kunjungannya ke RS HL Manambai Abdulkadir murni dalam kapasitasnya sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
Keberangkatan Gita Ariadi menandai akhir dari satu era kepemimpinan birokrasi di NTB. Kini, semua mata tertuju pada Gubernur Iqbal, menunggu sosok yang akan membawa dinamika baru dalam pemerintahan daerah. Siapakah yang akan memegang tongkat estafet berikutnya? Jawabannya segera terungkap


















