banner 728x250

RSUD H Moh Ruslan Meledakkan Deretan Inovasi Fantastis, Pasien

banner 120x600
banner 468x60

MATARAM—Siapa sangka, di balik tembok-tembok putih RSUD H Moh Ruslan, tersimpan revolusi layanan kesehatan yang membuat pasien terkesima. Rumah sakit yang sebelumnya dikenal sebagai RSUD Kota Mataram ini kini berubah total, bukan hanya namanya, tetapi juga wajah pelayanannya. Dengan 12 inovasi canggih, rumah sakit ini berhasil mengubah keluhan lama pasien menjadi pujian tak terduga.

Dulu, antrean panjang, ruang rawat sempit, dan prosedur klaim BPJS yang berbelit menjadi cerita klasik. Kini, pasien hanya perlu sentuh layar, tempelkan jari, dan semua urusan selesai dalam hitungan menit. Semua berkat Si RaJa MaDu (Sistem Rawat Jalan Mandiri dan Terpadu)—sebuah terobosan digital yang memangkas birokrasi hingga 70%.

banner 325x300

Tidak berhenti di situ, RSUD ini juga punya Pangeran Sejati, layanan darurat stroke yang menyelamatkan nyawa sejak pasien masih di ambulans. Ada juga Si Mokel, sistem pintar yang memantau obat kadaluarsa secara otomatis, sehingga pasien tak perlu khawatir mendapat obat yang sudah kedaluwarsa.

“Luar biasa! Dulu harus antre dari subuh, sekarang daftar lewat aplikasi, langsung dapat nomor antrean. Bahkan, petugasnya ramah-ramah,” ujar Siti, seorang pasien yang baru saja memeriksakan diri di poli jantung.

Tidak hanya teknologi, RSUD ini juga mengusung konsep hospital tourism. Dengan layanan poli eksekutif, homecare premium, dan desain interior yang nyaman, rumah sakit ini mulai dilirik pasien dari luar daerah. “Kami ingin orang-orang tidak hanya datang karena sakit, tapi juga merasakan pengalaman berbeda,” tegas dr. Eka Nurhayati, sang direktur yang baru saja pulang dari pelatihan di Imperial College London.

Di sana, ia mempelajari value-based healthcare, big data, hingga robotic untuk meningkatkan akurasi diagnosis. Hasilnya? RSUD H Moh Ruslan kini memiliki sistem yang bisa memprediksi risiko komplikasi pasien sejak dini.

Inovasi lainnya, Ratu Permata, program deteksi tuberkulosis berbasis AI, dan Prethi Pintar, metode persalinan alami dengan birthing ball, sukses menekan angka kematian ibu dan bayi. Tak heran, rumah sakit ini sudah menyabet puluhan penghargaan nasional, termasuk untuk inovasi Aselole (sistem stop antibiotik otomatis) dan SiWalet (pemantau limbah medis cerdas).

“Kami tidak ingin perubahan nama hanya jadi simbol. Ini adalah awal dari era baru, di mana rumah sakit tidak lagi sekadar mengobati, tapi memberi pengalaman terbaik bagi pasien,” tandas Herman, anggota DPRD Kota Mataram yang turut mengawal transformasi ini.

Kini, RSUD H Moh Ruslan bukan sekadar rumah sakit—tapi laboratorium inovasi kesehatan terbesar di Nusa Tenggara Barat. Masyarakat pun berharap, terobosan-terobosan spektakuler ini akan menginspirasi rumah sakit lain di Indonesia.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *