investigasiindonesia.com – Pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani dari Desa Karang Sidemen, Lombok Tengah, resmi dinyatakan batal setelah investor asal China menghilang tanpa kabar. Proyek yang sempat digadang-gadang sebagai terobosan pariwisata ini kini hanya menyisakan tanda tanya besar. Padahal, groundbreaking telah dilakukan dengan meriah pada 2021, bahkan dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, yang menjanjikan penyelesaian proyek pada 2025.
Menurut Kepala Bappeda Lombok Tengah, H Lalu Wiranata, hilangnya investor membuat Pemkab Lombok Tengah tidak memiliki pilihan selain menghentikan sementara proyek ini. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTB, tetapi tidak ada kejelasan kapan pembangunan akan dimulai. Untuk sementara, statusnya batal,” ujarnya, Rabu (25/6).
Yang menjadi pertanyaan, mengapa investor tiba-tiba menghilang setelah groundbreaking? Padahal, PT Indonesia Lombok Resort, perusahaan yang menaungi investor China tersebut, sebelumnya terlihat serius memulai proyek. Wiranata mengaku tidak mengetahui alasan pastinya, tetapi menegaskan bahwa tidak ada penolakan besar dari masyarakat. “Justru dukungan dari warga cukup kuat. Ini murni masalah investor yang tidak kembali,” jelasnya.
Meski izin penggunaan lahan sudah ada, sejumlah persyaratan lain seperti Amdal dan perizinan teknis belum selesai. Proses tersebut disebut memakan waktu lama, dan ketiadaan investor semakin memperparah kondisi. “Groundbreaking sudah dilakukan, tapi setelah itu, tidak ada perkembangan sama sekali,” tambah Wiranata.
Pemkab Lombok Tengah kini berupaya mencari investor baru untuk menghidupkan kembali proyek ambisius ini. Namun, tanpa kepastian dari investor sebelumnya, nasib kereta gantung Rinjani masih dalam awan gelap. Apakah proyek ini benar-benar akan menjadi kenangan, atau masih ada harapan untuk dibangkitkan? Hanya waktu yang bisa menjawab.


















