banner 728x250

Veda Egas Juarai Dua Balapan di Red Bull Rookies Cup dengan Kemenangan Tipis 0,011 Detik

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Dalam momen yang begitu memukau, Veda Egas, pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, menorehkan sejarah gemilang di Red Bull Rookies Cup (RBRC) dengan meraih dua kemenangan spektakuler di Sirkuit Mugello, Italia. Di balapan kedua (Race 2), Veda menyelesaikan lomba dengan selisih sangat tipis, hanya 0,011 detik, mengalahkan rivalnya, Hakim Danish dari Malaysia, dalam duel sengit yang memacu adrenalin.

“Saya sedikit low RPM di awal, tapi saya tahu motor saya punya kecepatan bagus di lintasan lurus. Begitu ada kesempatan, saya langsung tap in dan berhasil menyalip di detik-detik terakhir,” ujar Veda dengan wajah berseri usai balapan.

banner 325x300

Kemenangan ini semakin istimewa karena di Race 1 sehari sebelumnya, Veda juga tampil dominan dengan finish terdepan, mengungguli pembalap Spanyol, David Gonzales, dan rider Italia, Giulio Pugliese. Dua podium ini melambungkan namanya ke peringkat ketiga klasemen sementara RBRC dengan 92 poin, di belakang Hakim Danish (148 poin) dan Brian Uriarte (116 poin).

Dari Kegagalan di Musim Lalu Menjadi Kemenangan di Musim Ini

Tahun lalu, Veda sempat gagal naik podium di Mugello. Namun, pengalaman itu justru menjadi pelajaran berharga. “Saya banyak berdiskusi dengan ayah dan tim, terutama soal strategi balap. Alhamdulillah, kerja keras kami membuahkan hasil,” ucap pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) ini.

Tak hanya di RBRC, Veda juga berkompetisi di FIM JuniorGP, meski belum meraih poin di tiga balapan awal musim ini. Namun, semangatnya tak surut. “Target saya tetap konsisten di setiap balapan, baik di RBRC maupun JuniorGP,” tegasnya.

Persiapan Menuju Balapan Berikutnya

Veda kini bersiap menghadapi dua ajang besar: FIM JuniorGP di Magny-Cours, Prancis (6 Juli) dan RBRC di Sachsenring, Jerman (12-13 Juli). “Sirkuit Sachsenring sangat menantang karena treknya pendek dan banyak tanjakan-turunan. Tapi justru itu yang bikin seru,” ujarnya penuh antusias.

Inspirasi dari Ayah dan Mario Suryo Aji

Dua sosok yang paling memengaruhi kariernya adalah ayahnya, Sudarmono (mantan pembalap), dan Mario Suryo Aji, pembalap Indonesia yang kini berlaga di Moto2. “Setiap sebelum dan sesudah balapan, saya selalu konsultasi dengan ayah. Mario juga memberi motivasi bahwa pembalap Indonesia bisa bersaing di level dunia,” ungkapnya.

Tetap Sekolah dan Hidup Mandiri di Spanyol

Meski sibuk membalap, Veda tetap menjalani pendidikan di Spanyol. “Sekolahnya dekat, cuma 5 km. Setelah itu, saya lanjut latihan fisik atau bersepeda,” ceritanya. Kehidupan di luar negeri juga melatih kemandiriannya, termasuk memasak masakan Indonesia seperti nasi goreng, rawon, bahkan rendang.

Johanes Lucky, Manajer Motor Sport AHM, mengapresiasi perkembangan Veda. “Dia cepat beradaptasi dan terus meningkatkan skill. Kami bangga dengan pencapaiannya,” ucapnya.

Dengan dua kemenangan ini, Veda membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di kancah global. Semangatnya menjadi inspirasi bagi generasi penerus balap nasional!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *