investigasiindonesia.com – Kabupaten Sumbawa digegerkan dengan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) yang tiba-tiba melanda wilayah ini. Warga dibuat kelimpungan mencari tabung gas bersubsidi tersebut, sementara di balik layar, oknum nakal justru mempermainkan harga dan menimbun stok.
Tanpa ba-bi-bu, Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, langsung turun tangan. Dengan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan elpiji, Ansori menemukan fakta mengejutkan: banyak pangkalan yang terbukti menjual gas subsidi ke pengecer dengan harga jauh di atas ketentuan!
“Kondisi ini sangat merugikan masyarakat. Mereka sudah susah payah antre, tapi gas selalu habis karena ada permainan di tengah jalan,” tegas Ansori dengan nada tegas. Padahal, kuota elpiji 3 kg untuk triwulan pertama tahun ini mencapai 3,8 juta tabung, dengan realisasi penyaluran hampir 1 juta tabung. Artinya, seharusnya tidak ada alasan kelangkaan jika distribusinya berjalan lancar.
Ansori tidak main-main. Dia mengancam akan mencabut izin usaha pangkalan yang kedapatan melanggar aturan. “Saya beri peringatan keras: stop permainan harga, stop penjualan ke pengecer! Jika masih nekat, kami akan bertindak tegas,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ansori juga mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi elpiji subsidi. “Masyarakat punya hak untuk melaporkan jika menemukan kecurangan. Rekam buktinya, laporkan ke kami, dan kami akan tindak tegas,” serunya.
Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa kini berkomitmen memperketat pengawasan distribusi gas elpiji 3 kg ke seluruh wilayah. “Kami akan pastikan semua pangkalan patuh aturan. Tidak ada lagi warga yang kesulitan dapat gas subsidi,” janji Ansori.
Yang menarik, Ansori juga mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak ikut membeli elpiji 3 kg karena bukan termasuk kelompok penerima subsidi. “Ini barang untuk masyarakat kurang mampu, jangan sampai disalahgunakan,” pesannya.
Dengan langkah tegas ini, Pemda Sumbawa berharap kelangkaan elpiji 3 kg segera teratasi dan masyarakat bisa bernapas lega. Semoga aksi cepat Ansori ini menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa!


















