banner 728x250

Revolusi Pendidikan Digital, Anak Pelosok Negeri Bersiap Kuasai Teknologi Masa Depan

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Langkah besar sedang diambil untuk memastikan setiap anak Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, tidak lagi tertinggal dalam arus kemajuan teknologi. Komisi X DPR RI secara resmi mendukung penuh pemerataan pendidikan melalui kebijakan digitalisasi nasional, sebuah terobosan yang disebut-sebut akan mengubah wajah pendidikan di Tanah Air.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mutlak. “Ini tentang keadilan. Anak-anak di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses ilmu pengetahuan setara dengan siswa di kota besar,” tegasnya dalam konferensi pers di Mataram.

banner 325x300

Fokus utama kebijakan ini adalah membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang merata, termasuk jaringan internet, perangkat digital, dan pelatihan guru. “Kami tidak ingin guru-guru kita gagap teknologi. Mereka harus menjadi ujung tombak dalam mendidik generasi masa depan,” tambah Hadrian.

Dukungan penuh juga datang dari Presiden Prabowo Subianto, yang baru-baru ini mengumumkan kenaikan tunjangan guru bersertifikasi menjadi Rp2 juta per bulan. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius memajukan kualitas pendidik.

Anggaran Rp2 triliun telah disiapkan untuk memastikan program digitalisasi pendidikan berjalan lancar di tahun 2025. Komisi X DPR RI berjanji akan mengawasi ketat penggunaan dana tersebut agar benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan. “Kami ingin pastikan setiap rupiah digunakan untuk membangun sekolah cerdas, guru melek digital, dan siswa siap bersaing di era global,” tegas Hadrian.

Tidak hanya pemerintah pusat, kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta juga digalakkan. Pelatihan guru berbasis digital, seperti program PPG dan Guru Penggerak, akan diperluas. Bahkan, orang tua dan siswa juga akan dilibatkan dalam pelatihan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Ini bukan sekadar tentang gadget dan internet. Ini tentang menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkeadilan,” pungkas Hadrian.

Dengan langkah strategis ini, Indonesia bersiap melahirkan generasi baru yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga siap memimpin di era digital. Revolusi pendidikan telah dimulai—dan anak-anak pelosok negeri akan menjadi bagian dari perubahan besar itu!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *