investigasiindonesia.com – Di balik gemerlap kota, ada cerita haru dan perjuangan panjang ratusan orang yang berhasil bangkit dari jerat narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram menjadi mercusuar harapan bagi mereka yang ingin lepas dari ketergantungan obat terlarang. Dalam kurun waktu enam bulan pertama 2025, sebanyak 100 orang berhasil menyelesaikan program rehabilitasi gratis—bahkan melampaui target awal yang hanya 75 orang.
Kombespol Yuanita Amelia Sari, Kepala BNN Kota Mataram, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat untuk sembuh sangat tinggi. Ada yang direhabilitasi di RSJ NTB, bahkan delapan orang dikirim ke pusat rehabilitasi BNN di Lido Bogor,” ujarnya dengan senyum lebar.
Yang menarik, mayoritas peserta rehabilitasi justru berasal dari kalangan usia produktif: pelajar SMA, mahasiswa, hingga pekerja swasta. Rentang usia mereka bervariasi, mulai dari 15 hingga 50 tahun. Mereka datang dengan kesadaran sendiri, ingin mengubah hidup setelah sekian lama terbelenggu sabu, ganja, dan jenis narkoba lainnya.
Proses rehabilitasi tidak instan. Ada yang menjalani delapan kali pertemuan, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama tergantung tingkat ketergantungan. Untuk pengguna kategori ringan, program rawat jalan menjadi pilihan dengan syarat tegas: “Jangan pernah lagi bergaul dengan lingkaran lama!”
“Kalau masih berteman dengan pengguna, kecil kemungkinan sembuh. Bahkan bisa drop out dari program,” tegas Yuanita. Fakta ini terbukti dari 100 peserta, sekitar 20 orang gagal menyelesaikan rehabilitasi karena kembali terjerumus. Namun, sepertiga lainnya masih berjuang hingga kini.
Yang membanggakan, BNN Kota Mataram tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Rumah Sakit Jiwa (RSJ) NTB dan pusat rehabilitasi nasional di Lido Bogor untuk kasus berat. Tak hanya itu, kader rehabilitasi juga dibentuk untuk menjangkau lebih banyak pecandu yang masih enggan datang.
“Banyak yang takut dikira dipenjara kalau ke BNN. Padahal, tujuan kami hanya satu: menyembuhkan dan mengembalikan mereka ke masyarakat dengan hidup sehat,” jelas Yuanita.


















