investigasiindonesia.com – Pasar Cakranegara, salah satu ikon perdagangan tradisional tertua di Kota Mataram, segera mengalami transformasi besar-besaran. Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperbaiki pasar legendaris tersebut setelah bertahun-tahun menjadi sorotan akibat kondisi fisik yang memprihatinkan.
Sejak 2017, Pemerintah Kota Mataram telah berupaya menggalang dana perbaikan melalui berbagai skema, termasuk proposal bantuan pusat senilai Rp 25 miliar yang diajukan ke Kementerian Perdagangan. Meski belum sepenuhnya terealisasi, sejumlah progres telah dicapai. Pada 2018, dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 3 miliar berhasil dimanfaatkan untuk penataan pasar loak, disusul Rp 1,3 miliar pada 2019 untuk revitalisasi pertokoan di Jalan AA Gde Ngurah.
Tak hanya mengandalkan bantuan pusat, Pemkot Mataram juga konsisten mengalokasikan anggaran pemeliharaan tahunan. Sejak 2021, perbaikan drainase dan atap bocor yang membahayakan terus dilakukan. Di tahun 2024, dana Rp 250 juta dikucurkan khusus untuk memperbaiki los dan atap pasar. Kini, di 2025, prioritas dialihkan ke pembenahan menyeluruh dengan anggaran Rp 744 juta dari insentif fiskal, mencakup perbaikan lantai (Rp 100 juta) dan atap (Rp 644 juta).
“Kami berkomitmen menjadikan Pasar Cakranegara sebagai pusat ekonomi rakyat yang nyaman, aman, dan modern tanpa menghilangkan nilai historisnya,” tegas Mohan.
Keputusan ini disambut antusias oleh pedagang dan anggota DPRD. I Gusti Bagus Hari Sudana Putra dari Komisi II DPRD Kota Mataram menyebut langkah ini sebagai legacy positif kepemimpinan Wali Kota. “Pasar ini adalah jantung ekonomi warga. Perbaikan bertahap akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memulihkan kejayaannya,” ujarnya.
Meski struktur bangunan dinilai masih kokoh, masalah utama terletak pada atap yang bocor, plafon rusak, dan lapak tidak layak. Untuk percepatan revitalisasi, Pemkot akan kembali mengajukan permohonan DAK ke pemerintah pusat. “Kami tak bisa bergantung pada APBD saja. Kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan menjadi kunci,” tambah Gusti Bagus.
Dengan langkah konkret ini, Pasar Cakranegara diproyeksikan tak hanya menjadi destinasi belanja, tetapi juga kebanggaan masyarakat Mataram yang menyimpan sejarah panjang. Warga pun menanti hasil transformasi pasar yang disebut-sebut akan menjadi yang terbaik di Nusa Tenggara Barat.


















