investigasiindonesia.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuat pengakuan mengejutkan bahwa Israel diduga kuat telah berusaha membunuhnya melalui serangan udara. Klaim ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis Amerika Serikat, Tucker Carlson, yang tayang pada Senin (7/7). Ini menjadi salah satu pernyataan terbuka pertama Pezeshkian kepada media Barat sejak konflik 12 hari antara Iran dan Israel bulan lalu.
“Mereka mencoba. Mereka bertindak sesuai rencana, tetapi mereka gagal,” ujar Pezeshkian melalui penerjemah, seperti dikutip The Guardian. “Itu bukan AS. Itu Israel. Saya sedang berada dalam sebuah rapat, dan mereka berusaha menyerang lokasi pertemuan itu.”
Meski tidak merinci waktu pasti kejadian, apakah selama perang 12 hari atau sebelumnya, tuduhan ini semakin menguatkan ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv yang telah meluas ke tingkat politik tertinggi. Pezeshkian tidak memberikan bukti lebih lanjut, tetapi pernyataannya menambah daftar klaim Iran tentang operasi terselubung Israel.
Sebelumnya, mantan Presiden AS Donald Trump mengaku pernah menghentikan upaya Israel untuk menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Sementara itu, Israel mengklaim telah menetralisir puluhan pejabat keamanan dan ilmuwan nuklir Iran selama konflik terakhir.
Pernyataan Pezeshkian ini diprediksi akan memicu respons keras dari Israel, yang selama ini kerap dituding melakukan operasi rahasia di wilayah musuhnya. Namun, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel terkait klaim terbaru ini.
Analis menilai, pengakuan Pezeshkian bisa menjadi bagian dari narasi Iran untuk memperkuat posisinya di mata dunia, sekaligus menunjukkan bahwa konflik dengan Israel telah memasuki fase yang lebih berbahaya. Bagaimana perkembangan ini akan memengaruhi dinamika politik Timur Tengah, masih menjadi sorotan global.


















