banner 728x250

Gubernur NTB Lantik Sekda NTB Kerja Cepat dan Empati untuk Korban Banjir

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Suasana berbeda terlihat dalam pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) NTB, Lalu Mohammad Faozal, Kamis (10/7/2025). Di bawah tenda sederhana di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara resmi mengukuhkan Faozal sebagai orang nomor satu di jajaran birokrasi provinsi.

Tak seperti biasanya, acara ini sengaja digelar di lokasi terdampak banjir Kota Mataram sebagai bentuk solidaritas. Gubernur Iqbal bahkan mengenakan kemeja lapangan, jauh dari kesan formal. “Ini adalah pesan bahwa jabatan bukan tentang kemewahan, tapi tanggung jawab,” tegasnya.

banner 325x300

Sekda “Bulldozer” yang Diandalkan

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menjuluki Faozal sebagai “Sekda Bulldozer”. Julukan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, Faozal dikenal sebagai sosok yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat.

“Kalau di Dinas PUPR ada alat berat bernama bulldozer, kami punya Pak Faozal. Setiap saya minta dia menyelesaikan masalah dalam seminggu, seminggu kemudian laporannya sudah ada di meja saya,” ujar Iqbal disambut tawa hadirin.

Pengalaman Faozal dalam menangani berbagai persoalan di NTB menjadi alasan utama kepercayaan ini. Gubernur menegaskan, peran Sekda ibarat “Gubernur ke dalam” yang harus memastikan tata kelola pemerintahan berjalan optimal.

Iqbal tak sekadar melantik, ia juga menyampaikan visi besar: membenahi tata kelola pemerintahan NTB. Ia mencontohkan Rwanda, negara yang berubah dari konflik berdarah menjadi salah satu negara terbaik di Afrika dalam 10 tahun berkat tata kelola yang baik.

“Kalau tata kelola buruk, daerah akan tertinggal. Tapi jika baik, kemajuan pasti mengikuti,” tegasnya. Ia meminta Faozal memimpin transformasi ini, mulai dari pengelolaan keuangan, SDM, hingga efisiensi kerja.

Pemilihan lokasi pelantikan di tengah lokasi bencana bukan tanpa makna. Iqbal ingin mengingatkan seluruh jajarannya bahwa tugas utama birokrat adalah melayani, terutama di saat masyarakat terdampak kesulitan.

“Kita sengaja tidak pakai gedung mewah atau pakaian dinas lengkap. Mari kita ingat, di luar sana masih banyak yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Gubernur juga mengapresiasi seluruh pihak yang turun langsung membantu korban banjir. “Rasa lelah hilang ketika melihat semua komponen bergerak bersama. Ini adalah amal jariah kita,” katanya.

Dengan pelantikan ini, harapan baru digantungkan pada Faozal. Bukan hanya sebagai birokrat, tapi sebagai “bulldozer” yang akan mendorong NTB menuju pemerintahan yang lebih efisien dan berempati

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *